Warga RW 06, Joyotakan, Serengan, Solo, sempat dikagetkan dengan luapan air yang berwarna merah. Warga pun menelusuri penyebab air banjir berwarna merah.
Dari pantauan sekira pukul 13.30 WIB, genangan air di RW 06 Joyotakan setinggi mata kaki. Air mulai menggenang di pemukiman pada Selasa (14/4) malam.
"Baru tahu tadi pagi, saya bangun air sudah mulai masuk rumah. Terus tahu kalau airnya berwarna merah," kata Jumadi ditemui di lokasi, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumadi menduga warna merah tersebut timbul karena ada yang membuang sablon di sekitar sungai. Apalagi, yang berwarna merah hanya di RW 06 saja.
"Yang merah cuma di sini saja (RW 06). Ini sepertinya ada orang yang membuang obat sablon atau apa gitu. Kalau di tempat lain tidak merah, cuma di bagian sini saja," terangnya.
Hasil Pengecekan Petugas
Sementara itu, Lurah Joyotakan, Bambang Kristianto, menjelaskan temuan tersebut berawal saat dirinya bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan wilayah pascabanjir pada pagi hari. Saat melintas di dekat pintu air kecil, petugas menemukan sumber warna tersebut.
"Tadi pagi saya dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas keliling ke RW 06. Pas kita naik ke pintu air yang kecil itu, ada bungkus plastik yang mengeluarkan pewarna. Seperti ada kain di dalamnya yang mengeluarkan teres (pewarna)," ucapnya.
Bambang mengatakan dugaan warga yang sempat khawatir mengenai adanya limbah kimia berbahaya. Menurutnya, warna merah pekat tersebut berasal dari bungkusan plastik yang luntur terkena air.
"Jadi itu bukan limbah sebenarnya, cuma tinta atau pewarna merah. Ditemukannya bukan di sungai, tapi di dekat tangga masuk ke pintu air. Warga memang sempat kaget, dikira apa kok merah," imbuhnya.
Ia mengaku warga yang terdampak sempat kaget dengan adanya air yang berwarna merah. Bahkan, kata dia, ada air yang berwarna merah pekat.
"Ah, iya (warga kaget) dikira apa ini kok merah gitu. Terus kita pas jalan mau naik itu yang di bagian situ tuh lebih pekat. Nah, terus dilihat-lihat, oh ada plastik itu, enggak tahu dalamnya apa," terangnya.
Hingga saat ini, kondisi banjir di RW 06 dilaporkan mulai melandai meski sisa genangan berwarna merah masih terlihat di beberapa titik. Namun, genangan air masih merata di wilayah lain seperti RW 01, RW 02, dan RW 04.
Bambang menyebutkan sejumlah warga telah dievakuasi ke beberapa titik pengungsian untuk menjamin keamanan dan kenyamanan.
"Ada yang mengungsi di Masjid Al-Ni'mah, SD Joyotakan, dan Masjid Al-Hidayah," pungkasnya.
Baca juga: Bengawan Solo Siaga Merah! |
