- Banjir Sampai 1,2 Meter
- Warga Mengungsi Data lokasi banjir dan pengungsi di Solo per Rabu (15/4) dini hari Kelurahan Pajang Kelurahan Kratonan Kelurahan Joyosuran Kelurahan Tipes Kelurahan Bumi Kelurahan Joyontakan Kelurahan Sondakan Kelurahan Panularan
- Belum Ada Tanggul
- Banjir Berangsur Surut
- Koordinasi BBWS-Cek Pompa Air
Sembilan kelurahan di Kota Solo terendam banjir setelah hujan deras mengguyur sejak tadi malam. Ratusan rumah terendam, sejumlah warga sempat mengungsi. Pemerintah Kota Solo mengungkapkan penyebab banjir akibat luapan Kali Jenes ini.
Banjir Sampai 1,2 Meter
Berdasarkan laporan kaji cepat hingga Rabu (15/4) pukul 00.02 WIB, air mulai masuk ke pemukiman warga di sejumlah kelurahan. Humas Basarnas Solo, Aditya, mengatakan ketinggian air cukup bervariasi.
"Yang terdampak ada sejumlah kelurahan, ketinggian bervariasi, salah satunya ada yang setinggi panggul orang dewasa, ada yang 80-120 sentimeter," katanya dihubungi detikJateng, Rabu (15/4/2026) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Mengungsi
Dari data Basarnas, kelurahan yang terdampak banjir di antaranya Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Bumi, Sondakan, Kratonan, dan Panularan. Sejumlah warga juga ada yang dievakuasi untuk mengungsi.
"Penyebab karena hujan deras di seputaran Solo Raya yang berdurasi lama mengakibatkan banjir genangan di beberapa titik lokasi," ucapnya.
"Yang mengungsi warga RT 03, RW 15 Kelurahan Tipes, karena ada permintaan dari warga. Mengungsi di Kantor Kelurahan," imbuhnya.
Baca juga: Banjir Masih Rendam Tipes Solo |
Data lokasi banjir dan pengungsi di Solo per Rabu (15/4) dini hari
Kelurahan Pajang
- RT 03 RW 04: 15 KK, 13 Rumah, 34 Jiwa
- RT 01 RW 04: 5 KK, 6 Rumah, 14 Jiwa
- RT 01 RW 02: 2 KK, 3 Rumah
- RT 01 RW 14: 55 KK, 50 Rumah
Kelurahan Kratonan
- RT 01 RW 06
- RT 02 RW 06
Kelurahan Joyosuran
- RT 01 RW 08: 117 KK, 30 Rumah
- RT 01 RW 03
Kelurahan Tipes
- RW 15 = 31 KK, 19 Rumah
- RW 12
- RW 11
- RT 03 RW 13
Kelurahan Bumi
- RT 04 RW 06
- RT 03 RW 06
Kelurahan Joyontakan
- RT 03 RW 03: 8 KK, 6 Rumah
- RT 02 RW 03: 7 KK, 6 Rumah
Kelurahan Sondakan
- RT 05 RW 11: 2 KK, 2 Rumah
- RT 06 RW 11: 11 KK, 6 Rumah, 2 Balita, 2 Lansia
Kelurahan Panularan
- RT 04 RW 02: 90 KK
- RT 01 RW 02: 40 KK
- RT 02 RW 02: 30 KK
- RT 03 RW 02: 15 KK
- RT 05 RW 02: 12 KK
Belum Ada Tanggul
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengungkapkan penyebab banjir menggenang di sembilan kelurahan. Salah satunya karena tidak ada talud di sepanjang aliran Sungai Jenes.
Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Murtono, mengatakan bahwa rumah yang berada di aliran Sungai Jenes terdampak banjir karena belum ada talud. Salah satu yang terdampak yakni wilayah RT 03 RW 15, Tipes, Serengan.
"Ya masih ada yang di aliran Sungai Jenes ini yang belum bertanggul, belum ada taludnya ini rata-rata semua terkena dampak banjir," katanya saat ditemui detikJateng di Tipes, Serengan, Rabu (15/4/2026).
Banjir Berangsur Surut
Dari data BPBD Kota Solo, ada 9 kelurahan yang terdampak, yakni Pajang, Kratonan, Joyosuran, Tipes, Bumi, Joyontakan, Panularan, Sondakan, dan Laweyan. Budi Murtono mengatakan, untuk saat ini banjir di Kota Solo sudah mulai surut.
"Ya lumayan tinggi ya, semalam ada yang selutut, ada yang sedada. Sudah (surut) hampir rata-rata sudah. Ini tadinya kan karena intensitas air yang tadi malam yang tinggi saja. Ketika ini sudah mulai turun ya ini sudah surut, cuma kan kita antisipasi yang hari-hari berikutnya," ujar dia.
Koordinasi BBWS-Cek Pompa Air
Budi Murtono menyatakan akan menjalin komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk kelanjutan penanganan banjir dari anak sungai Bengawan Solo itu.
"Coba ini kita bahas lagi dengan BBWS kira-kira untuk lanjutan penanganan apa, pembangunan taludnya nanti seperti apa," bebernya.
Untuk mengantisipasi adanya luapan lagi, pihaknya meminta BPBD untuk standby dan membuka posko di daerah rawan. Selain itu, DPUPR juga diminta untuk mengecek pompa untuk membuang air.
"Ya ini kalau dari sisi pemerintah kita tetap BPBD kita minta standby buka posko. Terus DPUPR kita suruh minta segera mengecek semua pompa-pompanya. Ya nanti kalau intensitas hujan tinggi lagi ya harus dipompa keluar airnya," pungkasnya.
(dil/ahr)











































