Bengawan Solo Siaga Merah!

Bengawan Solo Siaga Merah!

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 15 Apr 2026 14:37 WIB
Penampakan Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo di Jurug, Solo, Rabu (15/4/2026).
Penampakan Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo di Jurug, Solo, Rabu (15/4/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Debit air Sungai Bengawan Solo mengalami kenaikan signifikan pada Rabu (15/4) siang. Dari pantauan di Tinggi Muka Air (TMA) Jurug sendiri saat ini berada di Siaga Merah.

Dari pantauan detikJateng pukul 13.42 WIB, Tinggi Muka Air di Jurug setinggi 85,13 mdpl. Kondisi tersebut membuat Sungai Bengawan Solo masuk dalam kategori Siaga Merah.

Petugas jaga rumah pompa Jebres 3, Robertus Sugeng Sarwono, mengungkapkan bahwa kenaikan status dari Siaga Kuning ke Siaga Merah terjadi cukup signifikan sejak pagi hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini dari pantauan ketinggian air 85.13 mdpl. Kalau menurut pantauan meteran di pompa Jurug, tadi jam 06.00 WIB pagi itu mulai naik. Dari Siaga Kuning langsung naik ke Siaga Merah. Memasuki Siaga Merah 84.96 mdpl," ujar Robertus saat ditemui di lokasi, Rabu (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Robertus, kondisi Siaga Merah tersebut bertahan cukup lama hingga siang hari.

"Sampai jam 13.00 WIB (Siaga Merah). Tapi ini sekarang sudah mulai ada penurunan, sudah mulai surut sedikit," lanjutnya.

Penampakan Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo di Jurug, Solo, Rabu (15/4/2026).Penampakan Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo di Jurug, Solo, Rabu (15/4/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

Kenaikan drastis volume air di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini disebabkan oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem. Selain curah hujan tinggi di wilayah Solo Raya sejak semalam, kiriman air dari anak sungai di wilayah hulu juga memperparah keadaan.

"Pertama karena air hujan yang cukup tinggi. Terus ada kiriman-kiriman juga dari wilayah bagian selatan, seperti Sukoharjo dan sebagian Kartasura. Itu yang sangat berpengaruh," jelas Robertus.

Sementara itu, Relawan Tim Gorong-Gorong Solo, Joko Widodo alias Bang Toyib, menuturkan bahwa penurunan debit air mulai terasa sejak pukul 11.00 WIB.

"Sejak tadi pukul 11.00 WIB, air sudah turun pelan-pelan. Tadi turun sekitar 5 cm setelah kenaikan Siaga Merah pagi tadi," ucapnya.

Toyib mengatakan penyebab utama lonjakan debit air ini adalah curah hujan yang tinggi dan merata di wilayah hulu. Bang Toyib menyebut kenaikan kali ini merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2026.

"Ini karena curah hujan tinggi merata di hulu. Tahun ini, ya ini yang paling tinggi sampai merah. Sebelumnya paling banter cuma sampai Siaga Kuning," pungkasnya.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads