Polisi menggerebek sebuah gudang di wilayah Kelurahan Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada Jumat (10/4/2026). Rupanya gudang tersebut merupakan pabrik narkoba.
Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Artanto. Gudang tersebut digerebek oleh tim dari Polda Metro Jaya bersama Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Jateng.
"Membenarkan semalam Tim Polda Metro Jaya di-backup Dit Narkoba Polda Jateng telah menggerebek gudang pembuatan narkoba di gudang Wonopolo Mijen," kata Artanto saat dihubungi detikJateng, Sabtu (11/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artanto tidak menjelaskan secara rinci terkait peristiwa penggerebekan tersebut. Sebab kasus ini merupakan wewenang dari Polda Metro Jaya.
"Kasus tersebut ranah penyelidikan Polda Metro Jaya, jadi rilis akan dilakukan oleh Polda Metro Jaya," ujar Artanto.
Diberitakan sebelumnya, polisi menggerebek sebuah bangunan di wilayah Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang diduga merupakan gudang narkoba. Sejumlah orang ikut diamankan dalam penggerebekan ini.
"Tiga orang (yang dibawa polisi), ya salah satunya warga sini, untuk yang dua orang itu saya belum pernah melihat," kata Ato.
Ato menjelaskan satu orang warga yang ikut dibawa polisi merupakan pemilik gudang. Ia tak mengira warga tersebut terlibat dalam peristiwa ini karena dikenal ramah.
"Pemiliknya (gudang) juga orang sini, ditangkap juga, dibawa sekalian. Warga sini, laki-laki," ucap Ato.
"Karena juga nuwun sewu, warganya itu juga akrab, nggak tertutup, ramah gitu, juga ndak ada kegiatan sama sekali, asli sini. Makanya itu (nggak mengira), apalagi berdekatan dengan saya (rumahnya)," tambahnya.
Selain mengamankan sejumlah orang, Ato menjelaskan sejumlah barang turut diamankan oleh polisi, seperti alat-alat dan bungkusan yang diduga berisi narkoba.
"Sudah bungkusan sih saya juga kurang tahu. Ada alat-alatnya, ada," tutur Ato.
Ato menuturkan gudang itu sudah berdiri sekitar satu tahun. Sehari-hari memang tidak tampak aktivitas mencolok di sana.
"Mungkin hampir satu tahun lah (gudang ini didirikan), iya baru. Ndak ada aktivitas," kata Ato saat ditemui wartawan di lokasi, Sabtu (11/4/2026).
"Untuk aktivitasnya tidak ada orang lalu lalang itu. Tidak ada orang beraktivitas, mobil datang, itu ndak ada, sunyi. Wong kadang-kadang gudangnya juga terbuka," tambahnya.
Sebelumnya, gudang ini digunakan warga untuk senam. Ato bahkan sempat menggunakannya untuk mencacah bahan pakan sapi.
"Gudangnya dulu itu untuk senam warga sini. Terus sebelum puasa itu ini saya gunakan untuk nyacah-nyacah tebon untuk pakan sapi. Saya juga tidak ngira kalau setelah nyacah-nyacah itu ada barang kayak gitu, saya juga tidak ngira," ungkap Ato.
Ato menyebut di dalam gudang tersebut merupakan area terbuka. Hanya ada satu kamar yang berada di lantai atas.
"Dalam ruangannya (gudang) cuma los (area terbuka, luas), terus cuma ada satu kamar aja buat istirahat mungkin. Kalau kamar itu pribadi pemiliknya, nggak boleh naik. Dua lantai untuk kamar itu aja," beber Ato.
