Wanita di Blora Tewas Kesetrum Saat Rumah Kebanjiran

Wanita di Blora Tewas Kesetrum Saat Rumah Kebanjiran

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Sabtu, 11 Apr 2026 13:01 WIB
Ilustrasi simbol listrik.
Ilustrasi listrik tegangan tinggi. Foto: Waldemar/Unsplash
Blora -

Seorang ibu bersama anaknya yang merupakan warga Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, kesetrum saat rumahnya kebanjiran. Nahas, wanita inisial DR (48) itu tewas akibat peristiwa tersebut.

"Benar telah terjadi peristiwa orang meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik di wilayah Kecamatan Cepu. Korban berinisial DR meninggal dunia, sementara satu korban lainnya yakni anak korban berinisial GZR berhasil diselamatkan dan masih dalam perawatan medis," ungkap Kasi Humas Polres Blora AKP Midiyono saat dimintai konfirmasi, Sabtu (11/4/2026).

Kejadian bermula pada Jumat (10/4) sekira pukul 21.40 WIB. Saat itu, wilayah setempat sedang terdampak luapan air yang masuk ke dalam rumah. Korban ditemukan oleh warga setempat sudah dalam posisi tengkurap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban DR sudah dalam posisi tertelungkup di lantai dapur yang tergenang air, tepat di dekat lemari es (kulkas). Di dekatnya, terdapat sang anak berinisial GZR (10) yang juga tergeletak dalam posisi terlentang," jelas dia.

ADVERTISEMENT

Midiyono menjelaskan, warga yang mengetahui tersebut langsung mencabut colokan kabel kulkas untuk memutus aliran listrik. Anak korban, GZR segera dievakuasi ke IGD Rumah Sakit NU Cakra Medika Cepu untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Beruntung, nyawa GZR berhasil diselamatkan dan kini dalam perawatan intensif," jelasnya.

Namun, nasib malang menimpa DR. Saat dievakuasi dan diperiksa oleh tim medis rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Midiyono memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada korban.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Dokter Sulung dari RS NU Cakra Medika, korban mengalami luka lecet di lengan tangan kiri akibat sengatan listrik dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ucap dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis dan Unit Reskrim Polsek Cepu, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

"Insiden ini dipicu oleh adanya kebocoran arus listrik dari kulkas yang saat itu lantainya sedang tergenang air luapan gorong-gorong," bebernya.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan alat elektronik, terutama saat terjadi genangan air atau banjir masuk ke dalam rumah. Pastikan kabel-kabel listrik dalam kondisi aman dan segera matikan arus listrik melalui MCB jika situasi membahayakan guna menghindari kejadian serupa," imbaunya.



(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads