Gudang di Klaten Dibobol Maling, Alat Sound System Belasan Juta Raib

Gudang di Klaten Dibobol Maling, Alat Sound System Belasan Juta Raib

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 08 Apr 2026 12:08 WIB
Penampakan gudang yang dibobol kawanan pencuri di Dusun Gading Wetan, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Rabu (8/4/2026).
Penampakan gudang yang dibobol kawanan pencuri di Dusun Gading Wetan, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Rabu (8/4/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Sebuah gudang di Dusun Gading Wetan, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten dibobol maling. Tiga pelaku membawa kabur membawa seperangkat sound system, bor listrik, burung murai, dan senapan angin.

"Kejadiannya itu Selasa (7/4) dini hari. Yang tahu keponakan saya rumah depan sini jam 04.00 WIB mau berangkat subuhan lihat pintu terbuka," ungkap pemilik gudang, Okta (33) kepada wartawan di lokasi, Rabu (8/4/2026) siang.

Dijelaskan Okta, melihat pintu gudang terbuka keponakannya melaporkan kepadanya. Dirinya langsung ke lokasi dan mengecek gudang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu saya cek, tahu-tahu sound dan lainnya sudah tidak ada. Kemudian saya cek CCTV, yang hilang sound satu set, bor listrik, senapan angin sama burung murai," terang Okta.

ADVERTISEMENT

Dari rekaman CCTV kejadian itu, lanjut Okta, ada tiga orang pelaku dengan dua sepeda motor. Tiga pelaku menggunakan helm dan masker seluruhnya.

"Tiga pelaku menggunakan helm dan masker, dan jaket. Untuk kendaraan kemungkinan Scoopy putih dan Vario hitam, pelaku merusak gerbang depan," sambung Okta.

Okta melanjutkan, gembok pintu gudang juga hilang tidak tahu dibuang ke mana. Ia mengungkap gudang tersebut digunakan untuk beternak burung sehingga tidak ditempati.

"Ini cuma untuk beternak jadi tidak ditempati. Kami berharap pelaku bisa ditangkap supaya tidak menjadi keresahan masyarakat," papar Okta.

Okta menyampaikan sound system tersebut digunakan untuk kegiatan sosial masyarakat sekitar. Kerugian total mencapai sekitar Rp 14 juta.

"Kalau sound kebetulan niatan kami sama teman, niatan kami itu untuk kebutuhan sosial, untuk pengajian atau untuk digunakan acara kesripahan (orang meninggal). Kerugian sekitar Rp 14 juta. Kemarin sudah kita laporkan ke Polsek," pungkas Okta.

Kasi Humas Polres Klaten, AKP Suwoto, saat dimintai konfirmasi membenarkan ada laporan kejadian tersebut. Kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Klaten Utara.

"Informasi dari Reskrim Polsek sudah dilaporkan. Masih dalam Lidik," jelas Suwoto saat dihubungi detikJateng.



(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads