50 Anak di Solo Suspek Campak

50 Anak di Solo Suspek Campak

Tara Wahyu NV - detikJateng
Kamis, 02 Apr 2026 21:55 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo mencatat ada 50 anak yang suspek penyakit campak.
Ilustrasi campak. Foto: iStock
Solo -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo mencatat ada 50 anak yang suspek penyakit campak. Dinas Kesehatan turun tangan untuk melakukan uji sampel di Laboratorium Yogyakarta untuk memastikan hasilnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Retno Erawati Wulandari, mengatakan puluhan anak yang suspek campak berasal dari seluruh fasilitas kesehatan di Kota Solo.

"Kalau data yang positif di 2026 ini Kota Surakarta belum ada. Cuman kalau suspek itu kan ada. Sekitar 50 (sampel) kita kirim ke labnya Jogja dari semua faskes yang ada di Solo," ujarnya ditemui di kantornya, Kamis (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Retno mengatakan sejak tahun 2026 belum ditemukan pasien yang positif campak. Ia berharap tidak ada hasil uji laboratorium itu yang menunjukkan positif campak.

"Kalau suspek tetap ada dan kalau suspek itu kan belum tentu dia positif. Belum tentu dia positif, harus dipastikan dulu dengan pemeriksaan lab. Harus dipastikan dulu dengan pemeriksaan lab, lah nanti dari hasil pemeriksaan labnya bagaimana, apakah positif atau tidak, nah itu baru kita tahu yang positif berapa," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Retno memaparkan bahwa temuan suspek tersebut mayoritas dialami oleh anak-anak, khususnya usia di bawah sekolah dasar (SD). Sampel-sampel tersebut dikumpulkan dalam kurun waktu tiga bulan pertama di tahun ini.

"Kebanyakan balita, anak-anak SD ke bawah. Sampel 50 itu kita kumpulkan mulai dari Januari sampai dengan akhir Maret kemarin," tuturnya.

Dinkes Solo saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan akan keluar dalam waktu dua minggu ke depan. Hasil ini nantinya akan menjadi dasar bagi Dinkes untuk melakukan pelacakan (tracing) lebih mendalam terkait status imunisasi dan kondisi lingkungan pasien.

"Hasil labnya itu sekitar kalau enggak salah sekitar dua minggu, sejak kemarin baru diuji," terangnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan gejala yang dialami oleh penderita campak. Pertama ciri-ciri fisik campak agar bisa segera melakukan pemeriksaan ke faskes terdekat. Gejala awal biasanya menyerupai flu yang disertai tanda fisik yang spesifik.

"Ciri-cirinya panas, batuk, pilek, mata merah, terus kemudian muncul ruam-ruam merah. Paling pertama biasanya keluar di belakang telinga, ruam merah tersebut lama-kelamaan akan berubah warna menjadi menghitam dalam waktu satu hingga dua minggu," bebernya.

Terkait upaya pencegahan, Dinkes Solo tengah menggencarkan program Catch-up Campaign atau imunisasi kejar serentak. Meski capaian imunisasi dasar lengkap di Solo tergolong tinggi yakni di atas 75%.

Retno menyayangkan masih adanya masyarakat yang memegang paham menolak imunisasi sehingga anak-anak mereka berada pada kondisi zero dose atau antivaksin.

"Manakala banyak yang tidak mau vaksin, artinya kan kelompoknya ini jadi rentan. Rentan terserang virus, tidak hanya campak tapi semua penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi," tegasnya.

Kendati demikian, Retno menyebutkan ada tren positif di mana kesadaran masyarakat mulai meningkat setelah adanya pemberitaan wabah campak di beberapa daerah lain. Banyak orang tua yang kini mulai berbondong-bondong melengkapi status imunisasi anak mereka.

"Setelah lebaran justru suspeknya tidak terlalu signifikan, tetapi ini akhir-akhir ini dengan adanya pemberitaan wabah campak di beberapa daerah, ini kesadaran masyarakat agak naik. Agak naik memang, jadi untuk anak-anaknya yang belum lengkap status imunisasinya ini orang tuanya berbondong-bondong untuk mengimunisasikan anaknya. Tapi ada juga yang masih belum mau," pungkasnya.





(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads