Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api di wilayah Kabupaten Batang. Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah tertemper Kereta Api Argo Sembrani di perlintasan Kasepuhan, Desa Denasri Kulon.
Peristiwa nahas itu terjadi di jalur perlintasan belakang Gudang Garam, tepatnya di KM 82+7/8 petak jalan Batang-Pekalongan, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 10.12 WIB.
Korban diketahui bernama Tofan Deky Kurniawan (53), warga Kelurahan Gamer, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Xeon bernomor polisi G 3310 MT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Batang Kota, AKP Ghozali, mengatakan kecelakaan terjadi akibat korban nekat menerobos palang pintu yang sudah dalam kondisi tertutup.
"Korban mencoba mencari celah di antara palang pintu yang telah tertutup dan tetap melintas. Akibatnya tertemper kereta api yang melintas," ujar Ghozali saat dihubungi detikJateng, Kamis (2/4/2026).
Benturan keras dengan kereta api eksekutif tersebut menyebabkan korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, penjaga palang pintu, Bowok (33), mengungkapkan dirinya telah menjalankan prosedur pengamanan dengan menutup palang sebelum kereta melintas. Ia bahkan sempat berteriak memperingatkan korban.
"Sudah saya tutup palangnya. Korban datang dari arah selatan langsung menerobos. Sudah saya panggil-panggil, tapi tidak mendengarkan," kata Bowok saat dihubungi.
Menurutnya, kejadian pengendara yang nekat menerobos palang pintu masih kerap terjadi di lokasi tersebut. Padahal, tindakan tersebut sangat berbahaya dan berisiko tinggi.
Ditambahkan Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan masinis KA Argo Sembrani telah berupaya memberikan peringatan sebelum kejadian.
"Masinis sudah berulang kali membunyikan seruling lokomotif agar pengendara menjauh dari jalur," jelasnya.
Akibat insiden tersebut, KA Sembrani Tambahan relasi Surabaya-Jakarta sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk pemeriksaan kondisi sarana. Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 10.15 WIB.
Petugas Satlantas Polres Batang bersama tim identifikasi telah melakukan olah TKP. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Polisi memastikan tidak ada gangguan pada sistem pengamanan perlintasan. Kejadian ini murni disebabkan kelalaian pengendara.
Pihak KAI pun kembali mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi rambu lalu lintas dan tidak memaksakan melintas saat palang pintu sudah tertutup demi keselamatan bersama.
(par/dil)











































