Mobil Tertabrak Kereta hingga Terpental 15 Meter di Cilacap, Sopir Tewas

Mobil Tertabrak Kereta hingga Terpental 15 Meter di Cilacap, Sopir Tewas

Anang Firmansyah - detikJateng
Minggu, 29 Mar 2026 16:29 WIB
Kondisi mobil jenis minibus yang tertabrak kereta api di perlintasan tanpa penjagaan di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Minggu (29/3/2026).
Kondisi mobil jenis minibus yang tertabrak kereta api di perlintasan tanpa penjagaan di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Minggu (29/3/2026). Foto: dok. Polresta Cilacap
Cilacap -

Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa penjagaan di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Sebuah mobil minibus tertabrak kereta api hingga menyebabkan pengemudinya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) pukul 11.15 WIB di perlintasan sebidang KM 384+0/1, tepatnya di Desa Planjan, Kecamatan Kesugihan.

Korban diketahui bernama Aris Utomo (41), warga Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Cilacap. Ia meninggal dunia setelah mobil yang dikendarainya tertabrak kereta api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo, menjelaskan kecelakaan bermula saat korban melintas di perlintasan tanpa penjagaan.

ADVERTISEMENT

"Korban mengendarai mobil dari arah utara, kemudian tertabrak kereta api yang datang dari arah timur. Saat itu, perlintasan tidak dijaga," kata Galih dalam keterangannya, siang ini.

Menurutnya, kereta yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah KA 7711 Motis Selatan. Benturan keras membuat mobil jenis Nissan Grand Livina berwarna abu-abu dengan nomor polisi R 1752 QH terpental sejauh kurang lebih 15 meter dari titik perlintasan.

Galih menyebut dua warga di sekitar lokasi mengaku sempat mendengar suara benturan keras sebelum mengetahui kejadian tersebut.

"Saksi yang berada di sekitar lokasi mendengar suara benturan keras dari arah perlintasan. Saat dicek, diketahui mobil sudah tertabrak kereta api," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius yang dialami.

"Hasil pemeriksaan petugas medis menyebutkan korban mengalami luka di bagian hidung dan kepala belakang dan dilaporkan meninggal dunia," ujar Galih.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Selain itu, petugas juga membantu proses evakuasi korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, As'ad Habibuddin, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut yang mengakibatkan adanya korban dari pengendara mobil. Akibat kejadian tersebut, komponen cow hanger pada lokomotif terlepas sehingga perlu dilakukan penggantian. Lokomotif pengganti didatangkan dari Stasiun Maos.

"Seluruh kru dan penumpang kereta api dalam kondisi selamat. Namun, imbas kejadian tersebut, KA mengalami kelambatan selama 97 menit untuk proses pemeriksaan rangkaian serta menunggu lokomotif pengganti," ujar As'ad.

Ia menjelaskan perlintasan tersebut merupakan perlintasan resmi yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat. Namun, pada saat kejadian berlangsung, petugas tidak berada di lokasi.

KAI Daop 5 Purwokerto mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan sebidang, serta menengok ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas.



(par/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads