Pembacok enam lansia di Desa Sangonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Supriyanto (32), kini sedang diobservasi di RSUD. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kejiwaan Supriyanto yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
"Jadi saat ini (pelaku sedang) diorientasi. Itu melalui orientasi, tidak bisa langsung ditanyai. Nanti dikasih obat dulu, apa disuntik lah itu, Nanti beberapa hari, tiap hari itu selalu diorientasi," kata Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, saat dihubungi detikJateng, Senin (30/3/2026).
"Nanti baru ahli kejiwaan itu bisa menentukan apakah ini masuk kategori ODGJ atau stres berat atau mungkin apa nanti beliau yang bisa memberikan kesimpulan," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy menyebut pemeriksaan itu dilakukan di RSUD Dr R Soedjati Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Namun, dia tidak tahu pasti lama Supriyanto diobservasi para dokter.
"Mulai hari ini, mulai kita antarkan langsung di orientasi. Entah berapa hari pokoknya nanti itu wis urusane ahli kejiwaan. (Saat ini pelaku ada) di Ruang Rosella khusus untuk penanganan itu (masalah kejiwaan)," jelas Edy.
Edy menuturkan pihaknya bakal menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk melanjutkan proses hukum terhadap pelaku.
"Diproses sesuai hukum yang berlaku nanti, tinggal menunggu orientasi pemeriksaan ahli kejiwaan," jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Gundi RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan ngamuk dan membacok enam orang menggunakan parang. Akibat kejadian itu, lima orang mengalami luka dan satu korban meninggal dunia.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menjelaskan pelaku diamankan oleh warga di rumah salah satu korban. Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi.
"Pelaku berhasil diamankan oleh warga di rumah korban atas nama Karni. Selanjutnya pelapor menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Sengonwetan, tidak lama petugas Polsek Kradenan datang dan selanjutnya terlapor diamankan lalu dibawa ke Mapolsek Kradenan," ujar Arif.
Kapolsek Kradenan, AKP Edy, menjelaskan pelaku sempat mengalami depresi berat. Pelaku juga diketahui punya riwayat epilepsi.
"Terkait gangguan jiwa atau seperti apa, itu nanti akan diterangkan oleh ahli dari RSUD. Tetapi pelaku ini depresi berat karena berpisah dengan istrinya, dan sering kambuh. Ada epilepsi juga," ungkap Edy.
(ams/apl)
