Empat dari enam lansia korban pembacokan pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Gundi RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan pada Minggu (29/3/2026) sore masih menjalani perawatan. Mereka dirawat di RSUD Dr R Soedjati Purwodadi Grobogan.
"Empat orang masih dilakukan perawatan di RSUD Purwodadi secara intensif," kata Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo saat dihubungi detikJateng, Senin (30/3/2026).
Edy mengungkapkan keempat korban yang masih dirawat adalah Markini (63), Nyami (65), Darsih (62), dan ayah kandung pelaku bernama Suroto (65). Pelaku diketahui bernama Supriyanto (32).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam foto yang diterima detikJateng, Markini mengalami luka bacok pada bagian lengan kiri dan kanan, dada, serta belakang telinga. Sementara nyami mengalami luka bacok cukup lebar pada bagian tengkuk hingga mengeluarkan darah cukup banyak.
Sementara Darsih terluka pada bagian tengkuk dan pipi kanan usai dibacok pelaku. Ayah pelaku, Suroto terkena bacokan pada selangkangan, punggung, hingga lengan.
Edy menjelaskan satu korban lain bernama Karni (80) sudah dipulangkan usai dirawat di rumah sakit. Ia mengalami luka pada pipi kanan.
"Satu orang yang kena pipi tok (Karni) itu rawat jalan, sudah pulang tadi malam," ungkap Edy.
Sementara satu korban lain bernama Abu (80) meninggal dunia pagi tadi. Ia tewas dengan luka bacok pada kepala.
"Atas nama Mbah Abu, perempuan, (meninggal dunia) tadi pagi jam 06.15 WIB," jelas Edy.
"(Korban terkena bacokan pada) kepala bagian belakang, dekat telinga. (Terakhir dirawat di) RSU," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Gundi RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan ngamuk dan membacok enam orang menggunakan parang. Akibat kejadian itu, para korban mengalami luka.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menjelaskan pelaku diamankan oleh warga di rumah salah satu korban. Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi.
"Pelaku berhasil diamankan oleh warga di rumah korban atas nama Karni. Selanjutnya pelapor menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Sengonwetan, tidak lama petugas Polsek Kradenan datang dan selanjutnya terlapor diamankan lalu dibawa ke Mapolsek Kradenan," ujar Arif.
Kapolsek Kradenan, Edy menjelaskan pelaku sempat mengalami depresi berat. Pelaku juga diketahui punya riwayat epilepsi.
"Terkait gangguan jiwa atau seperti apa, itu nanti akan diterangkan oleh ahli dari RSUD. Tetapi pelaku ini depresi berat karena berpisah dengan istrinya, dan sering kambuh. Ada epilepsi juga," ungkap Edy.
(aku/ahr)
