Seorang pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Gundi RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan ngamuk dan membacok enam orang menggunakan parang. Akibat kejadian itu, para korban mengalami luka.
Selain melukai warga, pelaku juga sempat mencekik sang ibu hingga pingsan. Pelaku akhirnya berhasil diamankan.
Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, mengungkap detik-detik pembacokan horor yang dilakukan oleh pelaku. Peristiwa ini bermula ketika pelaku, Supriyanto (32) marah-marah mencari handphone di rumah ayahnya, Suroto (65) pada Minggu (29/3) sore. Lantaran tidak menemukan HP-nya, pelaku kemudian mencekik leher ibunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu ibu pelaku bernama Suwarti dicekik lehernya hingga tidak sadarkan diri," kata Edy saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (30/3/2026).
Edy menyebut pelaku kemudian pergi ke warung milik saksi, Gunawan (35), dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Di sana, pelaku mengisi bensin dengan berhutang.
"Pada saat pelaku membuka jok Vario tersebut, saksi melihat di dalam jok terdapat parang dan saksi bilang 'kang pok pe ngarit? (mas apa mau mencari rumput?)' pelaku menjawab 'iyo (iya)', kemudian terlapor pergi ke arah barat," ujar Edy.
Edy menuturkan bahwa Gunawan kemudian diminta oleh seorang tetangganya, Giyem, untuk mendatangi rumah ibu pelaku. Sebab menurut Giyem, pelaku sudah beberapa hari tampak linglung.
"Bu Giyem memanggil saksi (lalu berkata) 'Mas Gun jajal cek Mbah Titik, wonge neng mah tulong delok (orangnya di rumah tolong dilihat), soale si Supriyanto telung dino koyok wong linglung (soalnya si Supriyanto tiga hari seperti orang linglung)'," tutur Edy.
Gunawan bersama satu orang lain lalu mendatangi rumah tersebut. Di sana, ia menjumpai ibu pelaku dalam keadaan berbaring di atas tempat tidur dalam kamar.
Menurut Edy, usai memeriksa keadaan ibu pelaku, Gunawan kemudian keluar dari rumah tersebut. Namun tiba-tiba Supriyanto datang dan mengayunkan parang ke arahnya.
"Kemudian datang pelaku yang saat itu menyetandarkan motornya lalu membuka jok dan mengambil parang. Setelah itu pelaku tanpa bicara, parang tersebut diayun-ayunkan ke atas mengarahkan ke saksi," ujar Edy.
Edy mengatakan Gunawan berhasil menghindari ayunan parang dari Supriyanto. Pelaku kemudian mendekati Markini (63) yang sedang menggendong cucunya di tepi jalan depan rumah tersebut.
"Setelah itu pelaku dengan menggunakan parangnya membacok ke arah korban hingga mengenai telinga sebelah kiri," jelas Edy.
Gunawan sempat mencoba mengalihkan perhatian Supriyanto agar berhenti melukai Markini. Saat itu, Supriyanto kembali mengayunkan parang ke Gunawan dan kembali berhasil dihindari.
"Saat itu, cucu Marikini yang masih berusia tiga tahun turun dan lari ketakutan. Kemudian pelaku mendekati Markini lagi, lalu mengayunkan parang yang dipegang ke Markini dan mengenai tangan kanan dan kiri," ungkap Edy.
Edy menuturkan Markini kemudian masuk ke dalam rumah warga bernama Kandar. Gunawan juga kemudian pulang ke rumah karena ketakutan.
Edy menjelaskan pelaku sempat mengalami depresi berat. Pelaku juga diketahui punya riwayat epilepsi.
"Terkait gangguan jiwa atau seperti apa, itu nanti akan diterangkan oleh ahli dari RSUD. Tetapi pelaku ini depresi berat karena berpisah dengan istrinya, dan sering kambuh. Ada epilepsi juga," ungkap Edy.
Terpisah, Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menjelaskan pelaku diamankan oleh warga di rumah salah satu korban. Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi.
"Pelaku berhasil diamankan oleh warga di rumah korban atas nama Karni. Selanjutnya pelapor menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Sengonwetan, tidak lama petugas Polsek Kradenan datang dan selanjutnya terlapor diamankan lalu dibawa ke Mapolsek Kradenan," ujar Arif.
Arif menambahkan, total ada enam orang yang menjadi korban pembacokan oleh Supriyanto, yakni Markini (63), Nyami (65), Abu (80), Darsih (62), Karni (80), dan ayah pelaku, Suroto (65)

"Enam korban dibawa ke Puskesmas 1 Kradenan yang selanjutnya dirujuk di RSUD Purwodadi untuk mendapatkan perawatan medis," ungkap Arif.
Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial video bernarasi seorang pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membacok sejumlah orang di Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan.
Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi.
"Iya mas (benar ada peristiwa tersebut). Ini masih meriksa saksi-saksi," kata Edy saat dimintai konfirmasi detikJateng, Minggu (29/3).
Terpisah, Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto mengatakan ada enam orang yang terluka akibat dibacok oleh orang yang diduga mengalami ODGJ tersrbut.
"Pembacokan terhadap enam orang menggunakan sajam, yang diduga dilakukan orang yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ)," kata Arif.
Arif menuturkan peristiwa ini terjadi tepatnya di Dusun Gundi. Para korban telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas dan akan dibawa ke rumah sakit.
"TKP Dusun Gundi, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan. Untuk para korban sementara dirawat di Puskesmas Kradenan 1 dan akan dirujuk di rumah sakit," ujar Arif.
Menurut Arif, saat ini pelaku telah berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Kradenan.
"Untuk pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Kradenan," pungkasnya.
