Satu korban pembacokan pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Gundi RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, tewas. Ia mengembuskan napas terakhir usai mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, mengatakan korban meninggal pagi ini. Korban meninggal dunia tersebut diketahui bernama Abu binti Jamin (80).
"Atas nama Mbah Abu, perempuan, (meninggal dunia) tadi pagi jam 06.15 WIB," kata Edy saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy menuturkan korban mengalami luka pada kepalanya. Ia meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit.
"(Korban terkena bacokan pada) kepala bagian belakang, dekat telinga. (Terakhir dirawat di) RSU," ungkap Edy.
Abu merupakan satu dari enam orang korban pembacokan yang dilakukan oleh Supriyanto (32). Edy mengungkapkan para korban lain kini mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
"Mayoritas dirawat di RSU," jelas Edy.
Seluruh korban pembacokan merupakan lansia. Salah satu korban bahkan merupakan ayah kandung dari pelaku.
"Korban atas nama Markini (63), Nyami (65), Abu (80), Darsih (62), Karni (80), dan ayah kandung pelaku (bernama) Suroto (65)," beber Edy.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Gundi RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan ngamuk dan membacok enam orang menggunakan parang. Akibat kejadian itu, para korban mengalami luka.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menjelaskan pelaku diamankan oleh warga di rumah salah satu korban. Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi.
"Pelaku berhasil diamankan oleh warga di rumah korban atas nama Karni. Selanjutnya pelapor menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Sengonwetan, tidak lama petugas Polsek Kradenan datang dan selanjutnya terlapor diamankan lalu dibawa ke Mapolsek Kradenan," ujar Arif.
Edy menjelaskan pelaku sempat mengalami depresi berat. Pelaku juga diketahui punya riwayat epilepsi.
"Terkait gangguan jiwa atau seperti apa, itu nanti akan diterangkan oleh ahli dari RSUD. Tetapi pelaku ini depresi berat karena berpisah dengan istrinya, dan sering kambuh. Ada epilepsi juga," ungkap Edy.
(afn/apl)











































