Petasan yang diangkut balon udara liar gagal meledak di udara dan jatuh ke menimpa dua rumah warga di Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat. Saksi mata menyebut sempat terdengar dua ledakan keras.
Ledakan itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Salah satu warga yang rumahnya terdampak, Suyadi (51), mengaku langsung membopong istrinya yang sedang sakit ke luar rumah saat mendengar ledakan pertama.
"Letusan pertama saya di dalam rumah sama istri. Suara ledakan pertama seperti di atas rumah. Istri lagi sakit, langsung saya tarik keluar, saya gendong," kata Suyadi saat ditemui di lokasi, Minggu (29/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suyadi mengatakan setelah berhasil keluar rumah, terdengar ledakan kedua. Suaranya disebut lebih keras.
"Ledakan kedua, letusan lebih besar. Saya posisi udah di luar," ungkapnya.
Akibat ledakan kedua ini, rumahnya hancur. Dinding rumah yang terbuat dari bata ringan atau hebel hancur berantakan. Bahkan, ledakan juga mengenai rumah yang ada di sebelahnya.
"Sepeda saya tadinya di jendela sana, terpental sampai mengenai dinding depan. Jendela hancur, kaca hancur. Dinding samping yang berbatasan dengan tetangga juga roboh," kata Suyadi.
Awalnya, dia tidak mengetahui jika ledakan itu berasal dari petasan di balon udara. Dia spontan menyelamatkan diri dan istrinya usai mendengar ledakan.
"Saya tidak tahu, saya tidak melihat balonnya. Saya hanya memikirkan keselamatan istri. Istri sakit, makanya saya gendong keluar rumah. Saya hanya mendengar petasan yang meledak dua kali," imbuhnya.
Ledakan petasan balon udara di rumah Suyadi Pekalongan, Minggu (29/3/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng |
Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, menjelaskan ledakan petasan dari balon udara liar. Akibat peristiwa tersebut dua rumah mengalami kerusakan.
"Awalnya dari balon udara yang diberi petasan. Salah satu petasan jatuh dan mengenai dua rumah warga sehingga menyebabkan kerusakan," jelas Setyanto di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga mengalami kerusakan dengan total kerugian yang cukup signifikan. Satu rumah mengalami rusak berat dengan estimasi kerugian sekitar Rp50 juta, sedangkan satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan pada bagian teras dengan kerugian sekitar Rp1 juta.
Polisi menduga balon udara tersebut diterbangkan dari jarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.
"Kami masih melaksanakan pemeriksaan dari saksi-saksi, masih kita dalami siapa nanti pelaku yang menerbangkan balon tersebut," ucapnya.
(ams/apu)












































