Labfor Polda Olah TKP Ledakan Petasan Tewaskan ABG di Pekalongan

Labfor Polda Olah TKP Ledakan Petasan Tewaskan ABG di Pekalongan

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 24 Mar 2026 15:30 WIB
Labfot Polda Jateng olah TKP ledakan petasan di Pekalongan, Selasa (24/3/2026).
Labfor Polda Jateng olah TKP ledakan petasan di Pekalongan, Selasa (24/3/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Labfor Polda Jateng melakukan olah TKP di lokasi ledakan petasan maut di Pekalongan. Olah TKP dilakukan untuk mengetahui daya ledak dari petasan yang menewaskan satu ABG tersebut.

Diketahui, Muhammad Syafiq Al Izzi, seorang pelajar kelas 9 SMP, meninggal karena ledakan di Kuripan Kidul, Pekalongan Selatan siang ini. Jenazah korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kuripan siang ini.

Nampak, ratusan petaziah mengantarkan jenazah, nampak juga teman sekelas korban. Korban tewas di RSUD Bendan Kota Pekalongan saat penanganan usai terkena ledakan pada Senin Siang (23/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak jauh dari lokasi pemakaman, Labfor Polda Jateng melakukan olah TKP. TKP ledakan petasan itu memang tak jauh dari lokasi pemakaman.

ADVERTISEMENT

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, mengatakan olah TKP dilakukan untuk mengetahui daya ledak dari petasan maut tersebut.

"Ya telah dilakukan oleh tim Bidlabfor Polda Jawa Tengah untuk melaksanakan olah TKP, yang mana maksud dan tujuannya adalah ingin mengetahui sejauh mana daya ledak daripada petasan tersebut," kata AKP Setyanto, Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota di TKP, Selasa (24/3/2026).

Ledakan petasan dengan memakan korban di wilayah Kota Pekalongan, dikatakan Setyanto, sudah dua kali terjadi. Sebelumnya pada Sabtu dini hari (21/3), dengan 9 korban luka dan pada Senin (23/03), satu meninggal, dua luka-luka.

"Tentunya kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kota Pekalongan, hal ini harapan kami yang terakhir kalinya. Jangan sampai terjadi korban-korban (petasan) selanjutnya," ungkapnya.

Korban petasan didominasi anak remaja, pihaknya menghimbau agar para orangtua mengawasi anak-anaknya untuk tidak bermain petasan.

"Untuk itu, marilah dari seluruh warga Kota Pekalongan untuk menjaga putra-putrinya jangan sampai bermain petasan, sehingga akan mengakibatkan korban yang terjadi seperti kemarin,"pungkasnya.




(afn/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads