Ledakan menggemparkan warga Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, dini hari tadi. Ledakan terjadi saat sejumlah remaja tengah merakit petasan jumbo.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sembilan remaja mengalami luka bakar. Sementara satu rumah kosong yang dijadikan lokasi perakitan petasan hancur hingga rata dengan tanah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (21/03) sekitar pukul 02.23 WIB di di Gang 8A, RT 001 RW 003, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur. Menurut warga, saat kejadian terdengar suara ledakan sangat keras. Selain satu rumah hancur, ledakan juga mengakibatkan sejumlah rumah lainnya rusak.
Asap tebal juga sempat menyelimuti lokasi, sehingga pandangan menjadi terbatas. Diketahui ledakan terjadi saat sejumlah remaja tengah merakit petasan berukuran besar. Diduga, petasan terakhir yang sedang dirakit tiba-tiba meledak dan menimbulkan dentuman dahsyat.
"Ya akibat petasan. Yang luka parah ada empat, tapi yang paling parah terakhir ini. Yang terakhir dibawa itu," kata Edi Purnomo, Ketua RT setempat, Sabtu (21/3/2026).
"Yang luka-luka itu kurang lebih ada sembilan. Tapi yang parah ada empat. Empat, yang paling parah banget satu," tambah Edi.
Akibat kejadian tersebut, sembilan remaja mengalami luka-luka, sebagian di antaranya luka bakar serius. Para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit, dengan tujuh orang dirawat di RS Siti Khotijah dan satu orang di RSUD Bendan.
Hingga Sabtu pagi (20/03), aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa sisa-sisa petasan berukuran jumbo.
Konfirmasi Polisi
Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, saat ditemui di lokasi kejadian, membenarkan adanya ledakan yang dipicu dari racikan petasan. Pihaknya selain melakukan olah TKP juga menggandeng Gegana Brimob Jawa Tengah.
"Tadi dini hari sekitar 02.30 WIB, telah terjadi ledakan yang mana keterangan dari saksi ada beberapa korban yang sedang meracik petasan," ungkapnya.
Menurutnya ledakan terjadi saat dilakukan pemadatan dengan cara memukul bubuk petasan yang telah dimasukan ke selongsong dengan obeng dan palu.
"Kemudian pada saat itu salah satu korban ini mekakukan pengisian bubuk petasan kemudian dipadatkan kemudian dipukul-pukul mengunakan obeng dan palu sesaat kemudian terjadi ledakan," ungkapnya .
"Korban 9 orang luka-luka. Kami langsung melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi identifikasi korban, kita melakukan kordinasi dengan Gegana Brimob dan kita amankan 41 selongsong petasan," tambahnya.
Simak Video "Video Api Abadi Mrapen Padam, Kenapa?"
(aku/aku)