Petasan meledak saat diracik dua remaja di kebun pisang Kuripan Kidul, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, kemarin siang menewaskan satu korban. Selain korban tewas, salah satu korban lain masih kritis.
Korban tewas yakni, Muhammad Syafiq Al Izzi, dengan kondisi terparah pada kedua tangan dan kakinya. Sedangkan korban kritis yakni Muhammad Maulana Syarif bin Ahmad Salafudin (17). Satu remaja yang berada tidak jauh dari lokasi ledakan berdampak yakni Muhammad Azmi Aska (14), kakinya terkena serpihan ledakan petasan.
Ketiganya warga Kuripan Kidul, Kelurahan Kuripan Kertoharjo Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, menjelaskan satu korban masih kritis dan satu korban dalam kondisi sadar, masih dalam perawatan di RSUD Bendan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk korban yang lain yang satunya masih dalam keadaan kritis, masih dirawat di RSUD Bendan. Kemudian yang satunya juga sadar, luka ringan, dan masih dalam perawatan," kata Setyanto.
Janji Tindak Tegas Penjual Obat Petasan
Diketahui ada dua peristiwa ledakan petasan saat diracik di Pekalongan. Kejadian pertama terjadi di Noyontaan pada Sabtu (21/3) dan terakhir di Kuripan Kidul pada Senin (23/3). Polis berjanji akan menindak tegas siapapun yang membawa, menguasai bahkan menjualbelikan petasan.
"Tentunya kalau ada kedapatan yang masih memiliki petasan dan penjual atau menjual obat, tentunya akan kami tindak secara hukum yang berlaku," kata Setyanto.
Dijelaskannya, pihaknya akan bertindak tegas dan akan diberlakukan sesuai dengan KUHP yang terbaru pasal 306.
"Ancaman hukuman kalau terkait dengan penjual maupun pemakai obat atau kedapatan petasan, tentunya ancaman hukuman 15 tahun," jelasnya.
Pihak Polres Pekalongan Kota akan menggelar kegiatan razia besar-besaran, lebih -lebih mendekati puncak syawalan yang biasa diwarnai dengan petasan dan balon liar.
"Rencana kami akan melaksanakan tentunya razia besar-besaran terkait dengan untuk antisipasi petasan ini, bekerja sama dengan stakeholder yang ada," katanya.
Sebelumnya, ledakan petasan di kebun pisang Kuripan Kidul terjadi kemarin siang. Dua peracik dikabarkan putus tangan akibat hal itu. Satu orang akhirnya meninggal di rumah sakit saat dirawat.
Syaiful (35) warga setempat, mengaku saat itu mendengar dentuman keras dari rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
"Saya di rumah dengar suara ledakan keras sekali, sampai tembok rumah bergetar. Pas saya ke lokasi, sudah ada tiga korban tergeletak. Dua luka parah, satu luka ringan," kata dia saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (23/3/2026).
"Dua-duanya tangannya putus sebelah kiri. Satu lagi tangannya hancur. Mereka masih sadar waktu itu, tapi merintih kesakitan," imbuhnya.
(afn/aku)
