Taman Istana Majapahit yang dulu menjadi tempat rekreasi murah meriah kini sudah berhenti beroperasional dan terbengkalai. Tempat yang dulu ramai pengunjung itu pun sudah dipenuhi pepohonan.
Pantauan detikJateng di bekas Taman Istana Majapahit, di Jalan Majapahit, Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, gerbang depan tertutup rapat. Gerbang berwarna biru muda digembok sepanjang hari, tak memperbolehkan siapapun masuk.
detikJateng berusaha mendapatkan izin untuk memasuki bekas tempat hiburan tersebut. Sayangnya, tempat itu selalu tutup. Gudang di samping taman juga selalu tutup dan tak terlihat ada aktivitas apapun. Patung Punakawan di sekitarnya bak menjadi penjaga.
Salah satu warga setempat, Nur (57), bercerita tempat itu selalu tutup selama bertahun-tahun. Menurut yang ia ketahui, tempat itu kini sudah dipenuhi pepohonan rimbun yang tak terawat.
"Sudah terbengkalai sekarang di sana. Banyak ditumbuhi pohon-pohon besar, sudah kayak hutan," kata Nur kepada detikJateng di lokasi, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, tak ada siapa pun yang diperbolehkan memasuki bekas taman tersebut.
"Kalau dari yang saya lihat di medsos juga kayak horor karena kan itu besar lahannya, tapi malah nggak dipakai. Mainannya juga sudah rusak," ungkapnya.
Hal senada dikatakan warga setempat lainnya, Sriyanti (55). Ia menyebut, tempat tersebut sudah lama berhenti beroperasional.
"Sudah lama sekali, sudah sekitar 20 tahunan tutupnya. Sekarang siapa pun nggak boleh masuk, pernah ada anak-anak sekolah mau buat pembelajaran atau penelitian juga nggak boleh," kata Sriyanti kepada detikJateng.
Sriyanti mengatakan, gerbang di Taman Istana Majapahit selalu tertutup setiap waktu. Pernah sekali waktu ia menumpang masuk untuk meminta air. Dari yang ia lihat, tempat itu sudah bukan lagi taman rekreasi.
"Sudah tinggal pohon-pohon saja. Mainannya juga sudah pada hilang. Kebetulan saya nggak pernah masuk saat masih jadi tempat hiburan, jadi nggak bisa membandingkan dengan dulu seperti apa," ungkapnya.
"Tapi di dalamnya itu benar-benar sudah nggak terurus, pepohonannya sangat rindang. Ada kayak gazebo juga sudah rusak," lanjut Sriyanti.
Meski sudah lama terbengkalai, kenangan bermain di taman tersebut masih melekat bagi sebagian warga yang sempat menghabiskan masa kecilnya di sana. Salah satunya Reren Diani (42).
"Terakhir kali saya ingat itu sekitar tahun 1990-an awal masih kelas 3 SD. Biasanya tiap akhir pekan ibu saya sering ajak saya dan adik saya ke Istana Majapahit, naik angkot. Penuh kenangan padahal rumah kami jauh dari Istana Majapahit," kata Reren.
"Seingat saya, di zaman itu Istana Majapahit termasuk tempat wisata yang ramai dan banyak pengunjung. Mengingat tahun segitu belum banyak tempat wisata di Kota Semarang," lanjutnya.
Reren mengatakan, kenangan paling membekas yaitu saat dirinya kerap berenang di Taman Istana Majapahit. Ia mengaku pernah tenggelam dan trauma berenang di Istana Majapahit.
"Kenangan paling membekas waktu renang, saya naik perosotan di kolam renangnya, nggak tahu gimana tiba-tiba terduduk di dasar kolam, tapi setengah sadar aku masih bisa mikir 'kayaknya aku tenggelam'," ujarnya.
"Lupa bagaimana kejadiannya, seperti ada dorongan untuk naik ke permukaan, alhamdulillah bisa naik dan selamat. Sejak kejadian itu, ibu saya nggak pernah ajak ke sana lagi," sambungnya.
Ia juga mengaku sangat rindu momen bermain ke Taman Istana Majapahit. Namun, kini setiap melintas di sana ia justru merinding dan teringat kenangan tenggelam di Taman Istana Majapahit.
"Rasa kangen pasti ada, sampai sekarang kalau lewat di bekas lokasi masih ingat memori masa lalu, tapi menyimpan trauma tenggelam juga, jadi kadang kalau lewat merinding juga," ujarnya.
(apu/alg)