Museum Agung Majapahit Senilai Rp 148 M Mulai Dibangun di Mojokerto

Museum Agung Majapahit Senilai Rp 148 M Mulai Dibangun di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Minggu, 13 Sep 2026 20:20 WIB
Pembangunan Museum Agung Majapahit di Mojokerto
Pembangunan Museum Agung Majapahit di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon meresmikan dimulainya pembangunan Museum Agung Majapahit di Mojokerto. Anggaran Rp 148,6 miliar digelontorkan untuk membangun museum di atas lahan sekitar 10 hektare.

Peletakan batu pertama oleh Fadli Zon menandai dimulainya pembangunan Museum Agung Majapahit di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Ia didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa (Gus Barra) dan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita).

Fadli Zon menjelaskan, Museum Agung Majapahit dibangun di atas lahan sekitar 10,2 hektare. Terdiri dari lahan yang dibebaskan tahun ini 4,8 hektare, serta lahan Pusat Informasi Majapahit (PIM) 5,4 hektare. Tahun lalu, ia meresmikan peralihan status PIM menjadi Museum Majapahit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, kawasan ini sudah terintegrasi sekitar 10 hektare. Ini bisa jadi, kita bisa jadikan ke depan ini menjadi Museum Agung Majapahit,The Grand Museum of Majapahit," jelasnya di lokasi, Minggu (13/9/2026).

ADVERTISEMENT

Pembangunan Museum Agung Majapahit menggunakan anggaran dari Kementerian Kebudayaan Rp 148.643.553.619 (Rp 148,6 miliar). Terdiri dari pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun Museum Majapahit Rp 145.297.300.000 (Rp 145,3 miliar).

Proyek ini dimenangkan KSO PP dan Penta, yaitu PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Penta Rekayasa asal Jalan Letjend TB Simatupang, Pasar Rebo, Jaktim.

Kemudian manajemen konstruksi Museum Majapahit senilai Rp 3.346.253.619. Proyek jasa konsultansi badan usaha konstruksi ini dimenangkan PT Ciriajasa Cipta Mandiri asal Jalan Ciputat Raya, Kebayoran Lama, Jaksel.

Berbagai temuan yang menjadi bukti kebesaran Kerajaan Majapahit, lanjut Fadli Zon, mencapai 88.000 benda cagar budaya. Puluhan ribu artefak tersebut mayoritas hanya disimpan di Museum Majapahit. Sebab museum ini belum mempunyai fasilitas pamer yang layak untuk koleksi sebesar itu.

"Jangan kita melihat kebesaran Majapahit, tapi museumnya tidak representatif. Alhamdulillah atas arahan Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto, beliau memerintahkan kepada saya untuk melakukan revitalisasi sejumlah istana, keraton, museum, cagar-cagar budaya, dan akhirnya termasuk Museum Majapahit ini menjadi salah satu bagian penting dari program revitalisasi di 2026 ini," terangnya.

Fadli Zon berharap Museum Agung Majapahit menjadi etalase peradaban yang harus dipamerkan kepada dunia. Layaknya Candi Borobudur dan Prambanan. Terlebih lagi, Kerajaan Majapahit yang mempersatukan Nusantara. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak agar museum ini berkelanjutan.

"Kami berharap The Grand Museum of Majapahit ini bisa memiliki narasi yang kuat sehingga nanti masyarakat Indonesia dari seluruh penjuru datang untuk melihat dan juga masyarakat internasional. Karena banyak yang terkoneksi dengan Majapahit. Kita berharap nantinya ini menjadi salah satu museum yang menjadi ikon dari museum-museum yang ada di Indonesia," ujarnya.

Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan menambahkan, lahan untuk pembangunan Museum Agung Majapahit telah melalui kajian dampak terhadap cagar budaya. Ekskavasi arkeologis pun digelar tahun 2025 dan 2026 di 50 titik pada lahan yang akan dibanguni museum ini.

"Pada tahun 2026 dilakukan pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi fisik. Dan pada tahun 2027 nanti adalah pelaksanaan tata pamer. Jadi, tahun 2026 ini kita konstruksi fisik seluruhnya," tandasnya.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads