Kebakaran yang melanda gudang penyimpanan gas elpiji (LPG) di Jalan Raya Temanggung-Bulu, Desa Danupayan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung menyebabkan empat orang luka bakar. Luka bakar dialami keempat korban beragam, ada yang 40 sampai 60 persen.
Keempat korban yang mengalami luka bakar berinisial NBI (36), warga Kaloran, Kabupaten Temanggung; AM (23), warga Kertek, Kabupaten Wonosobo; ES (20), warga Kaloran, Kabupaten Temanggung dan HKI (31), warga Bulu, Kabupaten Temanggung. Mereka berempat sekarang masih menjalani perawatan di RSUD Temanggung.
"Dalam ledakan tersebut ada 4 korban luka-luka yang saat ini sudah dibawa RSUD Temanggung. Iya, benar luka bakar," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Didik Tri Wibowo, saat dihubungi detikJateng, Sabtu (14/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Luka bakarnya) Ada yang 40, ada yang 60 persen. Itu berdasarkan keterangan dokter dari RSUD Temanggung," sambung Didik.
Terkait pekerjaan yang dilakukan para korban saat kebakaran terjadi, Didik menyatakan belum bisa mengetahuinya. Pasalnya, korban belum bisa dimintai keterangan.
"Ya, ini belum bisa dimintai keterangan. Karena sampai sekarang yang bersangkutan belum bisa dimintai keterangan," imbuh Didik.
Didik menambahkan, dari lokasi mengamankan barang bukti berupa tabung gal elpiji ukuran 3 kg dan 12 kg. Selain itu, diamankan pula timbangan. Barang bukti tersebut diamankan di Polres Temanggung.
"Kita belum menghitung secara rinci (jumlah tabungnya). Kalau hitung-hitungan kasar, kita di lapangan (TKP) total keseluruhan itu kurang lebih antara 600 sampai 700 tabung gas (ukuran 3 kg dan 12 kg). Yang banyak tabung ukuran 3 kg," lanjut Didik.
Sejauh ini, kata dia, yang sudah dimintai keterangan ada 3 orang meliputi warga sekitar dan pemilik rumah yang dikontrak. Kemudian, rumah warga sekitar rata-rata mengalami kerusakan kaca petah akibat getaran saat terjadi ledakan.
"Kita masih dalam penyelidikan (pemilik gudang). Karena kita butuh keterangan yang 4 orang korban," ujarnya.
"Iya ada (kerusakan) di sebelah itu ada musala kacanya pecah. Terus sebelahnya bengkel salon mobil juga rusak. Dan yang di belakang rumah juga ada pecah kaca, rata-rata kerusakan pecah kaca di sekitar (TKP). Ada 4 (rumah) rusak, iya getaran ledakannya," bebernya.
Perihal adanya dugaan pengoplosan gas elpiji, kata Didik, masih dalam penyelidikan.
"Di TKP ditemukan beberapa alat yang diduga digunakan untuk pengoplosan, tapi kami belum bisa (menyimpulkan). Dalam penyelidikan karena butuh keterangan dari para pihak termasuk empat orang ini yang jadi korban, cuma ada indikasi," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dari informasi yang diperoleh, warga yang mengetahui adanya kejadian kebakaran tersebut melapor kepada Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung. Selain itu, sejumlah petugas dari Polsek Bulu maupun Polres Temanggung tiba di lokasi kejadian.
Warga sekitar lokasi kejadian mengaku sempat mendengar suara ledakan. Kebakaran ini dilaporkan terjadi pukul 03.24 WIB.
Salah satu warga, Marsella Intan, mengatakan sempat mendengar suara ledakan saat kejadian.
"Saya sedang tidur mendengar ada ledakan. Saya kaget menjerit dan orang tua menghampiri," kata Marsella kepada wartawan di lokasi kejadian, Sabtu (14/3/2026).
"Setelah itu, saya keluar rumah dan ternyata ada kebakaran di pinggir jalan," sambungnya.
Sementara itu, Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung, Bagus Satrio Wibisono menambahkan kejadian kebakaran gudang tabung gas pukul 03.24 WIB.
"Setelah mendapatkan laporan, kami ke lokasi. Sampai lokasi, kita melakukan penyemprotan," kata Bagus kepada wartawan.
"Sudah sampai lokasi tercium bau gas. Untuk pemadaman berlangsung satu jam," sambungnya.
4 Orang Luka Bakar
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini, mengatakan kejadian kebakaran terjadi saat sahur. Sempat terdengar ledakan.
"Saat ini langsung ditangani oleh Sat Reskrim Polres Temanggung. Terkait dengan diindikasi penyalahgunaan (gas) bersubsidi yang itu akan diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," kata Zamrul.
"(Korban) Meninggal tidak ada, cuma saat ini dirawat di rumah sakit. Ada empat orang dirawat di rumah sakit, kondisi luka bakar," tambah Zamrul.
Simak Video "Video Api Abadi Mrapen Padam, Kenapa?"
[Gambas:Video 20detik]
(apu/apu)











































