Iran: Negara yang Usir Dubes AS-Israel Bebas Lewat Selat Hormuz

Internasional

Iran: Negara yang Usir Dubes AS-Israel Bebas Lewat Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikJateng
Selasa, 10 Mar 2026 18:37 WIB
Iran membuka peluang memberi akses negara Arab dan Eropa yang bersedia mengusir Duta Besar AS dan Israel di negara mereka.
Potret Kapal di Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Amr Alfiky
Solo -

Selat Hormuz masih ditutup di tengah ketegangan perang Amerika Serikat (AS)-Israel Vs Iran. Namun Iran membuka peluang memberi akses negara Arab dan Eropa yang bersedia mengusir Duta Besar AS dan Israel di negara mereka.

Dikutip dari detikNews, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberikan pengumuman itu dan ditayangkan televisi pemerintah Iran, IRIB, seperti dilansir The Guardian dan CNN, Selasa (10/3/2026).

"Setiap negara Arab atau negara Eropa yang mengusir Duta Besar Israel dan Amerika dari wilayahnya, akan memiliki kebebasan dan wewenang penuh untuk melewati Selat Hormuz mulai besok," kata IRGC dalam pengumumannya pada Senin (9/3) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk diketahui, Selat Hormuz AS dan Israel melakukan serangan ke Iran sejak 28 Februari 2026. Iran membalas dengan menargetkan Israel dan negara teluk yang memiliki aset militer AS.

ADVERTISEMENT

Lalu lintas di Selat Hormuz terdampak perang tersebut. Padahal jalur itu penting untuk minyak dan barang-barang lainnya. Sekitar 20 persen dari perdagangan minyak dunia dan volume ekspor gas alam cair global melintas di Selat Hormuz. Namun, menurut perusahaan analisis Kpler yang mengoperasikan platform MarineTraffic, lalu lintas kapal tanker di sana menurun 90 persen dalam seminggu.

Harga minyak pun terdampak hingga melebihi US$ 100 per barel. Penyebabnya tidak hanya karena penutupan Selat Hormuz, tetapi juga perlambatan produksi minyak di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump merespons penutupan Selat Hormuz dan mengeluarkan ancaman akan "menghantam" Iran puluhan kali lebih keras jika pemblokiran aliran minyak melalui jalur perairan strategis itu terus berlanjut.

Dikutip kantor berita Tasnim dan dilansir The New Indian Express, juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, dalam pernyataan menegaskan bahwa pasukan Iran tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari kawasan ke sekutu-sekutu AS dan Israel selama perang masih berlangsung.

"Angkatan Bersenjata Iran... tidak akan mengizinkan ekspor satu liter pun minyak dari kawasan ke pihak musuh dan sekutu-sekutunya hingga pemberitahuan lebih lanjut," tegas Naini.




(alg/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads