Kebakaran terjadi pada sebuah rumah dan bedak atau los pasar darurat sementara di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Kebakaran disebut akibat korsleting listrik.
"Benar. Telah terjadi kebakaran rumah dan pasar darurat (sementara) rakyat Ngawen," ungkap Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono kepada detikJateng, Minggu (8/3/2026).
Untuk diketahui, Pasar Rakyat Tradisional Ngawen, Kabupaten Blora terbakar hebat pada 9 Januari 2024 lalu. Saat ini tengah dilakukan pembangunan ulang. Para pedagang pasar berjualan di sekitar pasar.
Lebih lanjut, Lilik mengungkapkan, kebakaran terjadi sekira pukul 23.10 WIB di rumah milik Suwadi dan bedak pasar darurat rakyat Ngawen sebelah barat di Jalan Raya Ngawen-Japah.
"Awal mula kejadian pada saat Saudara Suwadi berada di dalam rumah miliknya melihat adanya percikan api yang mulai menjalar ke atap kayu yang berasal dari bedak milik Saudari Anik Dwi Jayanti," jelasnya.
Kemudian Suwadi bersama anaknya berusaha memadamkan api dengan menggunakan ember. Namun api dengan cepat menjalar. Suwadi pun berteriak meminta pertolongan warga.
Tak lama berselang, pemadam kebakaran tiba di lokasi dan memadamkan api.
"Pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen sampai di tempat kejadian perkara tetapi api sudah membesar dan menjalar ke beberapa bedak darurat tersebut, setelah 1 jam api berhasil dipadamkan," jelas Lilik.
Berdasarkan dar hasil olah TKP dan barang bukti, kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek pada listrik dalam bedak milik Anik Dwi Jayanti.
"Adapun penyebab dari kebakaran tersebut karena hubungan pendek arus listrik dari stopkontak yang berada di dalam ruko darurat milik saudari Anik Dwi Jayanti," jelasnya.
Lilik memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Belum disebutkan berapa pedagang yang lapaknya terdampak.
"Jadi untuk total kerugian atas adanya kebakaran tersebut yaitu sebesar Rp. 2.225.000.000," beber dia.
Simak Video "Video: Pemadam Kebakaran Berbasis AI untuk Sampah"
(alg/alg)