Rumah-Pasar Darurat Ngawen Blora Terbakar, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Rumah-Pasar Darurat Ngawen Blora Terbakar, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Minggu, 08 Mar 2026 08:30 WIB
Kebakaran di pasar darurat (sementara) rakyat Ngawen, Kabupaten Blora menghanguskan rumah dan bedak atau los pasar darurat beserta dagangan.
Kebakaran pasar darurat di Blora. Foto: Dok. Warga.
Blora -

Kebakaran di pasar darurat (sementara) rakyat Ngawen, Kabupaten Blora menghanguskan rumah dan bedak atau los pasar darurat beserta dagangan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun kerugian mencapai miliaran rupiah.

"Atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Jadi untuk total kerugian atas adanya kebakaran tersebut yaitu sebesar Rp. 2.225.000.000," ucap Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono saat dimintai konfirmasi, Minggu (8/3/2026).

Dari data sementara yang didapatkan, kebakaran menghanguskan dua rumah, enam los serta satu warung makan. Sejumlah barang dagangan, serta barang berharga milik warga juga turut terbakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftar bangunan yang terbakar.

ADVERTISEMENT

1. Rumah, dagangan berupa Capil dan 1 unit SPM Suzuki Shogun milik Suwadi dengan kerugian sekira sebesar Rp 605 juta.

2. Bedak dan dagangan berupa sembako milik Suparman dengan kerugian sekira sebesar Rp. 1 miliyar.

3. Bedak dan dagangan berupa jajanan milik Bagus Rahman Aprianto dengan kerugian sekira sebesar Rp 100 juta.

4. Rumah dan dagangan berupa frozen milik Sutikno dengan kerugian sekira sebesar Rp 30 juta.

5. Warung makan sederhana milik Bayu Ari Wicaksono dengan kerugian sekira sebesar Rp 15 juta.

6. Bedak dan dagangan berupa sandal dan sepatu milik Nihayatun Ni'mah dengan kerugian sekira sebesar Rp 150 juta.

7. Bedak dan dagangan berupa sandal dan sepatu milik Sutimah dengan kerugian sekira sebesar Rp 75 juta.

8. Bedak dan dagangan berupa pakaian milik Rumiyati dengan kerugian sekira sebesar Rp 150 juta.
9. Bedak dan dagangan berupa sembako milik Anik Dwi Jayanti dengan kerugian sekira sebesar Rp 100 juta.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi sekira pukul 23.10 WIB di rumah milik Suwadi dan los pasar darurat rakyat Ngawen sebelah barat di Jalan Raya Ngawen-Japah.

"Awal mula kejadian pada saat saudara Suwadi berada di dalam rumah miliknya melihat adanya percikan api yang mulai menjalar ke atap kayu yang berasal dari bedak milik Saudari Anik Dwi Jayanti," jelasnya.

Kemudian Suwadi bersama anaknya berusaha memadamkan api dengan menggunakan ember. Namun api dengan cepat menjalar. Suwadi pun berteriak meminta pertolongan warga.

Tak lama berselang, pemadam kebakaran tiba di lokasi dan memadamkan api.

"Pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen sampai di tempat kejadian perkara tetapi api sudah membesar dan menjalar ke beberapa bedak darurat tersebut, setelah 1 jam api berhasil di padamkan," jelas Lilik.

Berdasarkan dari hasil olah TKP dan barang bukti, kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek pada listrik dalam bedak milik Anik Dwi Jayanti.

"Adapun penyebab dari kebakaran tersebut karena hubungan pendek arus listrik dari stopkontak yang berada di dalam ruko darurat milik saudari Anik Dwi Jayanti," jelasnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads