Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Kendal sejak sore tadi mengakibatkan sejumlah ruas jalan Pantura terendam banjir. Banyak pemotor yang mengalami mogok setelah nekat menerjang tingginya genangan air.
Pantauan detikJateng, hujan deras mengguyur sejak sekitar pukul 15.30 WIB. Imbasnya, jalan pantura wilayah Kecamatan Weleri dari pertigaan arah Kecamatan Sukorejo terendam banjir pada pukul 16.25 WIB.
Saat itu ketinggian air yang menggenangi jalan Pantura Weleri mencapai sekitar 70 sentimeter. Akibatnya, sejumlah kendaraan harus melaju perlahan. Sejumlah sepeda motor mengalami setelah mencoba menerjang banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir di jalur Pantura Weleri, Kendal, Jumat (6/3/2026) sore. Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng |
"Saya juga baru mendapat informasi dari warga Weleri jika jalan pantura Weleri dari pertigaan ke arah Sukorejo hingga depan Sekartama banjir. Ketinggian air sekitar 70 sentimeter," kata Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo saat dihubungi detikJateng, Jumat (6/3/2026) sore.
"Banyak yang mogok terutama kendaraan roda dua. Ya mungkin karena menerobos banjirnya dan karena genangannya juga tinggi," sambungnya.
Menurut Iwan, banjir di jalan pantura Weleri imbas dari intensitas hujan yang tinggi, drainase yang kecil, serta pendangkalan Sungai Damar.
"Kalau penyebab banjirnya yang jelas karena intensitas hujan yang tinggi, pendangkalan Sungai Damar dan drainase yang dangkal dan kecil," jelasnya.
Banjir di jalur Pantura Weleri, Kendal, Jumat (6/3/2026) sore. Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng |
Hingga malam ini, Iwan belum menerima informasi soal permukiman yang terendam banjir. Namun pihaknya akan terus melakukan pantauan.
"Kalau untuk permukiman warga yang terendam banjir, kami belum terima laporan. Kami akan lakukan pemantauan termasuk sungai-sungai yang biasa meluap," terangnya.
Menurut warga Desa Pucukwangi, Weleri, Haryo, jalan pantura Weleri sudah jadi langganan banjir tiap hujan deras.
"Kalau banjirnya dari tadi sore, waktu hujan deras-derasnya. Tapi di sini memang sudah menjadi langganan banjir kalau hujan deras," kata Haryo kepada detikJateng.
Haryo juga menyebut drainase yang kecil dan dangkal membuat banjir jadi lama surutnya.
"Banjirnya ini ya karena drainase kecil dan dangkal, air jadi lama surutnya. Di sini sering banjir dan sore ini yang terbesar," jelasnya.
Pantauan detikJateng hingga pukul 17.45 WIB, hujan deras masih mengguyur Weleri dan banjir masih merendam jalan pantura Weleri.
Arus lalu lintas sempat tersendat karena mobil dan sepeda motor berjalan melambat. Bahkan sejumlah kendaraan dari arah Semarang maupun dari arah Jakarta memilih memutar balik dan memilih lewat jalan lingkar Weleri.


