Di media sosial, viral unggahan adanya sejoli yang mendaki ke Gunung Merapi, padahal statusnya masih ditutup. Pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menyatakan bakal menelusurinya.
Adanya pendaki illegal yang naik ke Merapi itu diunggah akun Instagram @pendakilawas. Ada sejumlah foto kedua pendaki dan tangkapan layar akun milik pendaki.
"Ternyata setelah viral beberapa bulan lalu banyak pendaki ilegal yang naik merapi tidak menyurutkan masnya ini untuk mengajak ciwiknya mountain date haram dengan naik merapi secara ilegal," tulis akun @pendakilawas dalam unggahannya tersebut dilihat detikJateng Jumat (6/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat lima gambar dalam unggahan yang diposting satu hari lalu itu. Foto tersebut memperlihatkan seorang perempuan dalam pelukan dan duduk di pangkuan seorang lelaki. Mereka diduga pasangan kekasih.
Keduanya tampak menyembunyikan wajah. Si perempuan memegangi papan berwarna merah garis putih. Bertuliskan "MT. MERAPI. 2930 MDPL".
Dalam foto pertama terdapat tulisan, "Mendaki merapi secara ilegal + ngajak anak orang berjudul mountain date (diberi simbol oke)".
Dilihat detikJateng Jumat hari ini, postingan itu sudah mendapat 17,2 ribu suka, 1.581 komentar dan 318 dibagikan atau diposting ulang.
Tangkapan layar memperlihatkan sepasang muda-mudi saat mendaki di puncak Merapi. Foto diunggah Jumat (6/3/2026). Foto: dok. Instagram/@pendakilawas |
Kepala Seksi wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Ari Nur Wijayanto, mengatakan pihaknya melakukan penelusuran dan mencari identitas kedua pendaki yang diduga sepasang kekasih itu.
"Sehubungan dengan adanya aktivitas masyarakat yang diduga sepasang kekasih di area sekitar Puncak Merapi, disampaikan sebagai berikut, konten diunggah ke media sosial Tik Tok pada akun bernama 'Arjuna' (@aripwglr6s)," kata Ari Nur Wijayanto dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (6/3/2026).
Dikemukakan Ari, BTNGM juga menelusuri pemilik akun yang mengunggah aktivitas di area sekitar Puncak Gunung Merapi itu. Namun akun Balai Taman Nasional Gunung Merapi tidak dapat menjangkau akun pemilik konten itu, karena diduga telah diblokir.
"Akun Balai TNGM tidak dapat menjangkau akun pemilik konten tersebut karena diduga telah diblokir," jelas Ari.
Hingga saat ini pihaknya belum mengetahui kapan pendakian itu dilakukan dan melalui jalur mana. Pihaknya saat ini terus berupaya menghubungi pendaki itu dan mencari identitasnya dengan strategi lain.
"Strategi lain saat ini sementara masih berproses dan diharapkan dapat segera membuahkan hasil," tandasnya.
(apu/aku)












































