Lagu bertajuk 'Perdamaian' yang dibawakan Nasida Ria kembali sering terdengar di tengah memanasnya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Manajemen Nasida Ria menilai fenomena ini menunjukkan kerinduan publik terhadap situasi dunia yang damai.
Usai adanya serangan udara dari AS-Israel ke Iran, lagu 'Perdamaian' kerap dijadikan backsound. Kendati dibuat sejak 1982, lagu itu dianggap masih relevan dengan kondisi global saat ini.
General Manager Nasida Ria, Choliq Zain alias Gus Choliq mengatakan, naiknya kembali lagu tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat menginginkan situasi dunia yang damai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menunjukkan bahwa yang diinginkan masyarakat adalah perdamaian dan kestabilan, bukan peperangan," kata Gus Choliq saat dihubungi detikJateng, Senin (2/3/2026).
Gus Choliq menilai, lirik-lirik dalam lagu 'Perdamaian' yang menyinggung kontradiksi yang dilakukan manusia, masih sangat relevan hingga kini. Termasuk lirik 'banyak yang cinta damai, tapi perang makin ramai.'
"Lirik tersebut masih relevan dari zaman dulu sampai zaman sekarang, kami yakin mayoritas masyarakat dunia menginginkan perdamaian, namun segelintir elit serakah pemegang kekuasaan yang selalu berbuat zalim," ujarnya.
Choliq menjelaskan, lagu tersebut diciptakan oleh KH Ahmad Buchori Masruri, seorang kiai, dai, serta mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng).
"Beliau seorang kiai tapi tahu mengenai hal-hal saintis. Kemudian hal itu dipadukan antara ayat yang di Al-Qur'an dengan hal-hal saintisnya itu," terangnya.
"Lagu-lagunya kebanyakan futuristik semua. Meski (lagu) diciptakannya tahun 1980-an, tapi masih relevan sampai kapanpun," lanjutnya.
Proses penciptaan lagu tersebut pun lebih diketahui oleh mendiang KH Ahmad Buchori Masruri, yang diketahui sudah meninggal pada 2018 lalu. Namun, ia menegaskan, pesan utama lagu tersebut adalah kritik terhadap pemimpin dunia.
"Lagu tersebut sebagian besar berisi kritik terhadap pemimpin dunia yang sangat kontradiktif antara perdamaian dan kerusakan. Pesannya adalah perdamaian harusnya ditegakkan dan diutamakan demi keberlanjutan manusia," jelasnya.
Kini, kata Gus Choliq, lagu dari grup kasidah modern itu pun tak hanya didengar masyarakat sari kalangan Gen Boomer ataupun Milenial. Ia menilai, sudah banyak pendengar lagu-lagu Nasida Ria yang berasal dari kalangan muda-mudi.
"Sekarang lebih banyak Gen Z yang mendengarkan, karena pengaruh dari media sosial dan media online itu kan cepat banget," ujarnya.
Terkait serangan udara AS-Israel ke Iran, Gus Choliq pun secara tegas mengecam segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban masyarakat sipil.
"Pastinya kita mengutuk serangan Amerika dan Israel, terlebih lagi ratusan anak tewas dalam serangan tersebut," tegasnya.
"Intinya kami mengutuk Segala bentuk kekerasan yang mencederai perdamaian," lanjutnya.
Gus Choliq pun berharap lagu 'Perdamaian' dan nilai-nilai dalam kandungan liriknya bisa terus dijadikan pengingat bagi para pendengar.
"Kami harap nilai-nilai perdamaian bisa terus dijunjung," harapnya.
Disinggung kemungkinan akan ada lagu baru yang merespons isu global saat ini, Choliq belum mau membeberkan secara detail.
"Ditunggu saja ya," pungkasnya.
