Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta pasukan bersenjata Iran untuk meletakkan senjata. Ia juga bersumpah akan membalaskan kematian para prajuritnya yang tewas dalam serangan sejak akhir pekan kemarin.
"Saya sekali lagi mendesak Garda Revolusi, militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata dan menerima kekebalan penuh atau menghadapi kematian yang pasti," kata Trump dalam pidato video dari rumah di Florida dilansir AFP via detikNews, Senin (2/2/2026).
"Itu akan menjadi kematian yang pasti. Itu tidak akan menyenangkan," lanjut Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, Iran melancarkan serangan balasan usai operasi militer AS dan Israel pada Sabtu (28/2) menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Rudal dan drone menghantam markas Israel dan AS di seluruh Timur Tengah. Selain korban tewas di Israel dan Uni Emirat Arab, ledakan juga terdengar di pusat-pusat ekonomi Teluk Arab yang mewah.
3 Tentara AS Tewas
Dalam operasi militer yang diberi nama "Epic Fury" tersebut, Pentagon mengonfirmasi tiga tentaranya tewas. Sementara lima personel militer lainnya luka parah.
Trump menyatakan bahwa operasi ini bakal menimbulkan lebih banyak korban.
"Sayangnya, kemungkinan akan ada lebih banyak korban sebelum operasi ini berakhir," kata Trump.
"Tetapi Amerika akan membalas kematian mereka dan memberikan pukulan paling telak kepada para teroris yang telah melancarkan perang melawan, pada dasarnya, peradaban," imbuhnya.
Jatuhnya korban jiwa jelas menjadi isu sensitif di AS. Trump, yang berkampanye dengan mengecam intervensi asing, hanya sedikit menjelaskan kenapa dia meilih perang kepada publik Negeri Paman Sam.
Hakeem Jeffries, pemimpin Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, mengatakan kematian tersebut merupakan akibat dari "keputusan yang gegabah" dan bahwa tidak ada ancaman yang "membenarkan jenis serangan militer preemptif ini."
Sementara banyak diaspora Iran bersorak atas kematian Khamenei, kemarahan terlihat di jalan-jalan negara tetangga Iran, Pakistan, di mana para pejabat mengatakan 17 orang tewas dan para pengunjuk rasa mencoba menyerbu konsulat AS di Karachi.
(apu/afn)











































