Viral Motor Nyaris Hanyut di KIC Semarang gegara Banjir

Viral Motor Nyaris Hanyut di KIC Semarang gegara Banjir

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 26 Feb 2026 22:42 WIB
Motor nyaris hanyut terbawa arus banjir di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (26/2/2/2026).
Motor nyaris hanyut terbawa arus banjir di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (26/2/2/2026). Foto: dok. Instagram/@infokejadian_semarang
Semarang -

Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sore ini menyebabkan banjir terjadi di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan. Sepeda motor pun sempat terseret arus hingga nyaris hanyut di dekat kantor polisi setempat.

Video banjir di KIC itu viral usai diunggah akun Instagram @infokejadian_semarang. Dalam unggahan tersebut, terlihat beberapa warga tengah menarik sepeda motor agar tak terbawa arus banjir yang mengalir deras di kawasan tersebut.

"Wadaw, motore kenter lur, lokasi di Kawasan. Industri Candi cedak Victoria Care. Sore ini hujan makjegagik deres banget, banyune auto mak wes menerjang 2 motor," tulis akun @infokejadian_semarang, Kamis (26/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard membenarkan adanya banjir tersebut. Ia menyebut, banjir terjadi akibat adanya hujan deras yang mulai turun sekitar pukul 16.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Mungkin terjadinya itu setelah asar, sekitar jam 15.00 WIB. Hujannya memang sangat deras tadi sore," kata Aliet saat dihubungi detikJateng.

Aliet berkata, banjir muncul saat hujan deras mengguyur dan langsung surut setelah hujan reda menjelang magrib.

"Setelah hujan reda sudah langsung surut. Itu pas deras-derasnya saja tadi," jelasnya.

Aliet menyebut, ketinggian air saat hujan deras menerjang itu bisa mencapai di bawah lutut orang dewasa atau sekitar 50 sentimeter.

"Di bawah lutut, kurang lebih 50 sentimeter. Nggak ada lumpur, cuma air saja. Untungnya, nggak ada yang masuk pabrik," tegasnya.

Terkait motor yang terseret arus, Aliet mengatakan kendaraan tersebut tidak terbawa jauh. Motor itu langsung dikejar dan diamankan pemiliknya.

"Ada motor yang kebawa sedikit karena kontur jalannya agak turun, kena arus. Tapi nggak sampai jauh, langsung dikejar. Nggak ada korban untungnya," ujarnya.

Terkait penyebab banjir, Aliet menduga kemungkinan terjadi pendangkalan sungai sehingga saat hujan deras air meluap ke jalan. Selama ini, belum pernah terjadi banjir akibat hujan deras di kawasan itu.

"Biasanya ada pengerukan sungai, tapi tahun ini belum. Mungkin karena itu dan hujannya memang sangat deras," ujarnya.

Aliet pun mengimbau masyarakat, khususnya pekerja di wilayah Ngaliyan, agar lebih waspada saat hujan deras disertai angin kencang.

"Kami mengimbau ketika terjadi hujan deras lebih baik berteduh dulu. Tadi juga ada beberapa titik pohon tumbang," pungkasnya.

Seorang pekerja di KIC, Riri (35), juga membenarkan adanya insiden tersebut. Peristiwa motor hampir hanyut terjadi di dekat kantor polisi setempat.

"Tapi kalau motor yang terseret itu ada di daerah jalanan dekat kantor polisi. Agak jauh dari kantor, jadi kurang tahu," kata Riri saat dihubungi detikJateng.

Ia mengatakan, hujan mulai turun sekitar pukul 15.45 WIB setelah langit mendung gelap sejak pukul 15.30 WIB. Warga asal Banyumanik yang bekerja di Blok 5 itu menyebut, banjir terparah terjadi di sekitar kantor polisi atau di Blok 8.

"Hujan deras sekali, sampai jalanan depan kantor yang turunan bawah pabrik herboris banjir seperti aliran sungai warna coklat," ujarnya.

Menurut Riri, lokasi depan kantor polisi berada di posisi paling rendah, dengan kontur cekung, sehingga air dari arah Blok 10 dan Blok 12 pun mengalir dan berkumpul di titik tersebut.

"Posisi jalan depan kantor polisi itu seperti dasar mangkok. Air dari atas meluber semua ke situ," jelasnya.

Ia menyebut, sekitar pukul 16.00 WIB listrik di Blok 5 dan Blok 10 sempat nyala-mati, sebelum akhirnya terdengar ledakan dari trafo di perempatan bawah pabrik herboris dan listrik padam total.

"Tiba-tiba trafo di perempatan bawah pabrik herboris meledak, bunyi 'blaam' dan mati listrik total," kata Riri.

Riri juga menyebut ada pipa air besar berwarna biru di dekat jembatan yang terlihat bocor dan muncrat saat banjir terjadi. Ia menduga hal itu menjadi penyebab banjir.

"Seingat saya selama 12 tahun, saya mulai kerja di KIC tahun 2013, belum pernah banjir di situ. Tapi teman-teman senior saya cerita pernah banjir juga dulu, sudah lama sekitar tahun 2011 atau 2010," tuturnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Beli Oleh-oleh Sekaligus Menikmati Kuliner Khas Semarang"
[Gambas:Video 20detik] (apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads