Polres Brebes melalui Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) mulai mengantisipasi mengamankan arus mudik Lebaran nanti. Salah satunya dengan memetakan daerah yang berpotensi rawan kecelakaan maupun macet saat musim mudik.
Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Zaenurrozak, menjelaskan jajarannya sudah memetakan mana saja daerah yang menjadi kawasan macet dan rawan kecelakaan di Brebes. Di jalur Pantura, mulai dari Losari ke arah timur ada pasar tumpah yang berpotensi menghambat arus mudik.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pasar Bulakamba Brebes. Pasar ini berada persis di pinggir Pantura, dengan banyak aktivitas pedagang maupun warga yang mengganggu jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lapak pedagang yang memakan badan jalan, parkir becak dan aktivitas bongkar muat telah mempersempit jalur tersebut. Bahkan dari dua lajur dari arah barat ke timur hanya tersisa satu lajur.
"Pemetaan kami bersama Dishub terdapat beberapa titik kemacetan. Di antaranya Pasar Bulakamba. Di situ ada penjual yang memakan bahu jalan. Kami akan koordinasi dengan pihak Pasar dan Satpol PP Brebes, agar aktivitas pedagang lebih tertib tidak mengganggu," jelas AKP Zaenurrozak, Kamis (26/2/2026) di kantornya.
Selain Pasar Bulakamba, pasar tradisional di Desa Linggapura Tonjong juga berpotensi menjadi penghambat lalu lintas saat arus mudik. Pasar ini berada di pinggir jalur utama Pejagan-Banyumas dan bertepatan di area bottle neck (jalan menyempit).
""Di jalur Pejagan Banyumas, ada yg rawan macet karena ada pasar. Tempatnya di pasar Linggapura dan bertepatan di area bottle neck," papar Zaenurrozak.
Sementara untuk daerah rawan kecelakaan, Zaenurrozak menyebut jalur Pantura di Bulakamba. Sebab, jalur tersebut merupakan titik lelah pengguna jalan yang berkendara dari Jakarta.
"Jalur rawan kecelakaan juga di Pantura Bulakamba. Kita akan patroli rutin di semua tempat rawan kecelakaan," tegasnya.
Lebih lanjut, Zaenurrozak meminta pengendara mewaspadai daerah rawan banjir. Saat musim hujan ada wilayah yang selalu terdampak banjir bila turun hujan, yakni Ketanggungan.
"Banjir di Ketanggungan kerap merendam jalan utama penghubung Pejagan-Banyumas," tambahnya.
Sementara, untuk jalur alternatif masih ditemukan jalan dengan kondisi rusak. Jalan di Desa Bulakelor rusak dengan aspal terkelupas dan berlubang. Meski bukan jalan utama, jalur ini menjadi jalan alternatif bila diberlakukan one way di jalur Pejagan-Banyumas.
(apu/dil)
