Video aksi sejumlah debt collector (DC) atau 'mata elang' (matel) mencegat mobil rental dan merampas kuncinya di Exit Tol Kaligawe, Kota Semarang, menjadi viral di media sosial. Polisi mengungkapkan, enam orang telah ditangkap terkait kasus tersebut.
Video itu diunggah salah satunya oleh akun Instagram @infodarisemarang.
"Sejumlah orang yang diduga sebagai debt collector (DC) disebut mencegat sebuah mobil roda empat di jalur tol tersebut. Korban diketahui merupakan pengendara asal Jepara yang menggunakan kendaraan sewaan dari salah satu jasa rental," tulis cuplikan keterangan dari unggahan video itu, dilihat detikJateng pada Rabu (25/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video itu terlihat seorang lelaki dari luar mobil sedang berbicara dengan si pengemudi dan penumpang mobil. Mereka lalu menunjukkan foto pelat nomor mobil yang diduga sama dengan mobil yang mereka cegat itu.
Lalu si pengemudi dan penumpang mengatakan bahwa mobil itu adalah kendaraan yang mereka rental. Kemudian muncul seorang lelaki lain yang mengambil kunci mobil lewat celah jendela mobil yang dibuka.
Video kemudian berlanjut saat pintu mobil itu berhasil dibuka. Orang dari luar mobil itu memaksa merebut mobil. Para penumpang mobil itu pun berteriak meminta tolong.
Ternyata Salah Deteksi Mobil
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengatakan peristiwa dalam video itu terjadi di exit Tol Kaligawe, Kota Semarang, belum lama ini.
"Kejadian itu hari Sabtu tanggal 7 (Februari). Di pintu keluar Tol Kaligawe, yang bersangkutan dihadang oleh debt collector," kata Artanto saat dimintai konfirmasi detikJateng melalui telepon, Rabu (25/2/2026).
Artanto menjelaskan bahwa kendaraan yang dicegat itu merupakan mobil rental. Setiba di pintu keluar tol Kaligawe, mobil itu dihadang dan kuncinya direbut oleh matel.
"Korban ini bersama teman-temannya satu mobil, yang bersangkutan itu rental mobil Avanza warna hitam. Di perjalanannya sampai pintu keluar tol, oleh debt collector itu kemudian dihentikan," ujar Artanto.
"Mereka kemudian minta tolong dan debt collector ini berakhir merampas kunci mobil yang masih menempel di mobil, sehingga salah satu korban mengalami luka lecet-lecet di tangan," sambungnya.
Menurut Artanto, mobil itu tidak memiliki masalah terkait angsuran. Para matel itu ternyata salah mendeteksi target.
"Faktanya mobil tersebut ternyata tidak telat angsuran, karena para DC ini salah mendeteksi mobil," ungkap Artanto.
Para matel yang melakukan aksi penghadangan dan perampasan itu sudah ditangkap polisi, kemarin. Artanto mengungkapkan, mereka ditangkap di salah satu kantor layanan pembiayaan.
"Ditangkap di daerah Karangtempel, di Woori Finance. Ditangkap oleh Jatanras hari Selasa (24/2), ada enam orang (yang ditangkap)," tegas Artanto.
(dil/apl)











































