Menu MBG Ramadan Ramai Dikritik, Taj Yasin Sebut SPPG Bisa Ditutup Kalau...

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 25 Feb 2026 15:11 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di Tanah dan Gedung TPP KPPBC TMP Tanjung Emas, Semarang , Rabu (25/2/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen buka suara terkait adanya kritikan dari wali murid terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Ramadan. Taj Yasin juga mengingatkan bahwa Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) bisa ditutup jika terbukti melanggar.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat ditemui wartawan di Tanah dan Gedung TPP KPPBC TMP Tanjung Emas, Kota Semarang. Saat ditanya soal maraknya keluhan wali murid terhadap menu kering MBG, ia mengatakan bakal ada evaluasi.

"Perlu dievaluasi. Jadi banyak terima kasih saya ucapkan kepada masyarakat yang mengevaluasi, sehingga kami koordinator di provinsi meneruskan berkoordinasi dengan pemerintah pusat," kata Taj Yasin yang juga Ketua Tim Percepatan MBG di Jateng, Rabu (25/2/2026).

Dia mengatakan, sudah ada Satuan Tugas (Satgas) MBG yang bertugas mengaudit kesalahan-kesalahan yang dilakukan pihak SPPG.

"Nanti mana-mana yang melakukan kesalahan-kesalahan akan ada audit. Bisa sampai ke tahap penutupan terhadap SPPG yang melanggar," tegasnya.

"Maka saya berharap untuk SPPG-SPPG ditertibkan, diedukasi betul, cara pengemasannya, cara pengirimannya dan lain sebagainya," sambung dia.

Taj Yasin mengaku juga mendapat banyak masukan dari beberapa tokoh terkait MBG selama Ramadan, sehingga ia mengajak SPPG untuk melakukan pengaturan kembali.

"(MBG kering dianggap terlalu murah, tanggapannya bagaimana?) Tergantung ya. Memang masyarakat melihat seperti itu," ujarnya.

Taj Yasin menambahkan, sudah ada kesepakatan dengan masyarakat, termasuk masyarakat di Jepara, terkait pembagian jenis dan menu makanan MBG selama Ramadan.

"Karena mayoritas masyarakat di Jawa Tengah khususnya di Jepara adalah beragama Islam, ini sedang melakukan ibadah puasa, sehingga ini yang diatur. Diatur pembagian, jenisnya, yang makanan kering disesuaikan, nanti bisa diolah di rumah sehingga pembagiannya ada dua kali dan itu pun di waktu sore," jelasnya.

Mirip Jajanan Angkringan

Sejumlah wali murid menilai menu yang dibagikan kurang sepadan. Salah satu wali murid yang anaknya duduk di kelas 3 SD di Pekunden, Nur (57) mengaku kecewa dengan menu MBG selama puasa. Menurutnya, makanan yang dibagikan mirip takjil biasa seperti kurma, telur rebus, roti, dan camilan.

"Kalau lihat menunya, menurut saya nggak sepadan dengan harga segitu. Orang tua di paguyuban bilang paling dihitung harganya Rp 6.000-an, di bawah Rp 10 ribu," kata Nur saat dihubungi detikJateng, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, Senin (23/2) lalu anaknya mendapat menu MBG berupa kacang hijau, kacang, jeruk, roti. Keesokan harinya mendapat pisang, telur, kurma, kacang.

Nur pun mempertanyakan kandungan gizi menu tersebut. Menurutnya, anaknya kerap tidak menghabiskan makanan karena kurang selera.

"Kalau soal gizi, menurut saya belum terpenuhi. Anak saya paling dimakan pisangnya saja, yang lain kadang nggak. Menurut ortu-ortu itu malah mending nggak usah dapat sekalian," ujarnya.

Ia menyebut, pihak sekolah dan guru sebenarnya sudah beberapa kali menyampaikan protes ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun belum ada perubahan signifikan.

"Sudah berkali-kali protes dari empat bulan lalu, tapi tetap dapatnya seperti itu," imbuhnya.

Ia menuturkan, pada Jumat terakhir juga banyak siswa kelas 1 dan 2 yang tidak mengambil jatah karena makanan datang pukul 11.30 WIB, sementara para siswa sudah pulang sekolah.

"Anak kelas 1 dan 2 sudah pulang. Jadi nggak kebagian. Di sekolah lain di Pekunden juga itu kan anak-anaknya sopan, kadang malah ada yang MBG-nya dibagikan ke driver ojek online, muridnya sendiri yang membagikan," katanya.

Warga Kota Semarang lainnya, Dewanto (42), mengatakan dua anaknya bersekolah di Kecamatan Candisari dan Semarang Selatan. Ia juga mengeluhkan menu yang didapat kedua anaknya.

"Yang di Candisari dapatnya roti, pastel, salak, dan kacang. Kalau yang di Semarang Selatan, dapatnya pisang, kurma, roti, telur ayam, dan telur puyuh," ujarnya saat dihubungi detikJateng.




(dil/alg)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork