SD Sambirata Banyumas Rusak Parah Usai Diterjang Puting Beliung

SD Sambirata Banyumas Rusak Parah Usai Diterjang Puting Beliung

Anang Firmansyah - detikJateng
Senin, 23 Feb 2026 13:10 WIB
angunan SD Negeri 1 Sambirata mengalami kerusakan cukup parah usai diterjang puting beliung.
Kondisi ruangang SD N 1 Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang rusak usai diterjang angin puting beliung, Senin (23/2/2026). Foto: Dok. Dindik Banyumas.
Banyumas -

Hujan disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, mengakibatkan bangunan SD Negeri 1 Sambirata mengalami kerusakan cukup parah. Peristiwa angin puting beliung itu terjadi pada Minggu (22/2) sekitar pukul 14.30 WIB, di wilayah Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok.

Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Taryono, mengatakan saat kejadian angin kencang, terdapat pekerja yang sedang membersihkan lingkungan sekolah untuk persiapan masuk belajar setelah libur awal Ramadan.

"Waktu kejadian terjadi hujan deras disertai angin kencang. Tidak lama kemudian muncul angin puting beliung yang mengarah langsung ke sekolah. Pekerja tersebut langsung mencari tempat aman karena banyak puing dan genting beterbangan," kata Taryono saat dimintai konfirmasi, Senin (23/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah kondisi mereda, pekerja bernama Slamet tersebut langsung menghubungi guru dan warga sekitar bahwa sekolah mengalami kerusakan berat.

"Sekitar pukul 15.00 WIB, guru, karyawan, dan warga setempat langsung melakukan pengamanan barang-barang penting serta mendokumentasikan kerusakan fasilitas sekolah," ujar Taryono.

ADVERTISEMENT

Kondisi ruangang SD N 1 Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang rusak usai diterjang angin puting beliung, Senin (23/2/2026).Kondisi ruangang SD N 1 Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang rusak usai diterjang angin puting beliung, Senin (23/2/2026). Foto: Dok. Dindik Banyumas

Taryono mengatakan kerusakan cukup luas dan menyasar sejumlah ruang belajar.

"Cukup banyak ruang kelas dan ruang guru yang terdampak angin kemarin. Kami bersama BPBD Kabupaten Banyumas melakukan asesmen dan melihat kebutuhan apa saja yang diperlukan," terangnya

Ia menjelaskan, sedikitnya terdapat enam ruangan yang mengalami kerusakan cukup berat.

"Ada sembilan ruang kelas yang mengalami kerusakan pada bagian atap dan plafon, sebagian ada yang kacanya pecah. Untuk sementara kami mengupayakan penanganan atap dari sekolah lain. Tadi sih, sementara kerja bakti wali kelas, sebagian sudah tertutup, diambil dari genting di garasi," ujarnya.

Selain ruang kelas, kerusakan juga terjadi pada ruang guru, perpustakaan, UKS, hingga dapur sekolah. Kerusakan meliputi genting pecah dan bocor, plafon runtuh, kaca jendela pecah, hingga buku dan dokumen sekolah yang basah akibat air hujan. Instalasi listrik sekolah juga dilaporkan mengalami gangguan.

Tak hanya itu, sebuah pohon di halaman sekolah tumbang dan menimpa pagar sekolah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, pihak sekolah memastikan keselamatan siswa menjadi prioritas utama.

"Kami pastikan keamanannya sampai selesai. Untuk sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring sekitar satu minggu ke depan," jelas Taryono.

Kondisi ruangang SD N 1 Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang rusak usai diterjang angin puting beliung, Senin (23/2/2026).Kondisi ruangang SD N 1 Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang rusak usai diterjang angin puting beliung, Senin (23/2/2026). Foto: Dok. Dindik Banyumas

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah.

Berdasarkan hasil kaji cepat sementara hingga pukul 11.30 WIB siang ini, sedikitnya 114 rumah warga terdampak di tiga kecamatan, yakni Cilongok, Karanglewas, dan Kedungbanteng.

"Penanganan darurat kami fokuskan pada evakuasi dan penanganan pohon tumbang yang menutup akses jalan di sejumlah desa, termasuk Sambirata, Cilongok, Singasari, Babakan, Sunyalangu, dan beberapa wilayah lain," kata Dwi.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi potensi bahaya, aliran listrik di sejumlah lokasi terpaksa dipadamkan sementara.

"Lampu listrik dari PLN dimatikan sementara untuk menghindari risiko kabel lecet dan korsleting," pungkasnya.




(apl/ahr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads