Perang Sarung Bersajam di Pekalongan Makan Korban, 2 Orang Ditangkap

Perang Sarung Bersajam di Pekalongan Makan Korban, 2 Orang Ditangkap

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 23 Feb 2026 12:45 WIB
Ilustrasi tawuran
Ilustrasi tawuran. Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom
Pekalongan -

Perang sarung di Pekalongan memakan korban. Pelajar berusia 15 tahun dikabarkan kena sabetan sajam di kepala hingga dilarikan ke rumah sakit. Atas kasus ini, polisi mengamankan dua orang pelaku.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, mengatakan perang sarung atau tawuran pemuda ini terjadi di Jalan Desa Sumublor, Kecamatan Sragi, Minggu (22/2) pukul 02.00 WIB atau menjelang waktu sahur. Korban ialah remaja berinisial ABK (15), mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di bagian belakang kepala dan punggungnya.

"Dari keterangan saksi-saksi, korban ini sebelumnya bersama teman-temannya merencanakan aksi perang sarung dengan kelompok lain dan sepakat bertemu di lokasi kejadian," ungkap Warsito kepada detikJateng Senin (23/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua belah kubu akhirnya bertemu di titik yang dijanjikan. Sekitar 20 orang dari kelompok lawan datang mengendarai sepeda motor, dan diduga membawa senjata tajam jenis parang, arit, dan clurit.

ADVERTISEMENT

"Kedua belah pihak kemudian melakukan aksi tawuran," tambah Warsito.

Kelompok korban terdesak dan berlarian menyelamatkan diri. Nahas, korban tersungkur setelah disabet senjata tajam oleh salah satu lawannya.

"Korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala dan punggung akibat senjata tajam. Korban sempat melarikan diri lalu ditolong warga sebelum dibawa ke RSUD Kraton untuk mendapat perawatan," tambahnya.

Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kaos merah serta celana pendek boxer berlumur darah milik korban.

2 Orang Dibekuk

Dari hasil penyelidikan awal, dua pemuda teridentifikasi sebagai terduga pelaku, yakni AR (25), warga Desa Bulakpelem, Sragi, dan ATA (19), warga Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang.

"Keduanya kini telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat serta menelusuri asal-usul senjata tajam yang digunakan dalam tawuran tersebut," katanya.

Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian. Para saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam tawuran yang nyaris merenggut nyawa pelajar tersebut.

"Kami menyayangkan kejadian itu. Kami terus berupaya meningkatkan melakukan patroli malam di lokasi-lokasi rawan terjadinya aksi serupa," kata Warsito.

Pihaknya juga mengingatkan orang tua agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari.

"Fenomena perang sarung yang kerap terjadi saat akhir pekan atau bulan-bulan tertentu belakangan kian sering berujung kekerasan dan membawa senjata tajam," imbuh Warsito.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads