Seorang balita di Desa Tambakroto, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, ditemukan dalam kondisi meninggal di saluran irigasi. Diduga korban terseret arus saat bermain di selokan depan rumah ketika hujan deras. Korban ditemukan sekitar 900 meter dari rumahnya.
Korban diketahui bernama Muhamad Ghofur Ar Rozak (3), warga Dukuh Winong, Desa Tambakroto. Ia dilaporkan terjatuh ke selokan atau parit yang aliran airnya deras akibat hujan lebat siang tadi.
Kapolsek Kajen Iptu Teguh Subiyantoro mengatakan peristiwa bermula saat korban selesai dimandikan oleh ibunya pukul 11.30 WIB. Korban kemudian diajak dua kakaknya yang masing-masing berumur 7 tahun dan 5 tahun untuk bermain hujan-hujanan di sekitar rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat hujan deras, korban bersama kakaknya bermain di luar rumah. Selang beberapa waktu, ibu korban menyadari anaknya tidak ada di sekitar rumah, kemudian mencari keberadaan anak-anaknya," kata Teguh kepada wartawan, Kamis (19/2/2026).
Ibu korban kemudian mencari hingga ke pinggir jalan dekat selokan. Pada pukul 12.20 WIB, dua kakak korban ditemukan dalam keadaan menangis.
"Keduanya kemudian memberitahu bahwa adiknya terjatuh ke selokan dan terbawa arus masuk gorong-gorong," katanya.
Atas informasi tersebut, warga langsung melakukan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kajen. Polisi bersama BPBD Kabupaten Pekalongan, relawan, dan warga menyusuri aliran air dari titik korban jatuh hingga ke saluran irigasi di area persawahan.
"Setelah sekitar empat jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 16.00 WIB di saluran irigasi persawahan, sekitar 900 meter dari lokasi awal jatuh," ungkap Teguh.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban ditemukan warga saat penutupan aliran irigasi. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans relawan ke rumah duka," jelasnya.
Teguh menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, selokan tempat korban jatuh memiliki kedalaman sekitar 70 sentimeter dengan lebar 60 sentimeter dan terhubung ke gorong-gorong berdiameter sekitar 50 sentimeter. Saat kejadian, selokan itu dialiri derasnya air.
"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Jenazah korban dimakamkan pada Kamis sore tadi di desa setempat," ujar dia.
(dil/ams)
