Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang siang tadi mengakibatkan puluhan atap rumah roboh dan sejumlah pohon tumbang. Salah satu pohon yang tumbang itu menewaskan satu orang.
"Update sementara ada 88 kejadian. Rinciannya 3 tanah longsor, 31 atap rumah roboh, 53 pohon tumbang, dan 1 papan reklame roboh," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, melalui pesan singkat kepada detikJateng, Rabu (18/2/2026).
Salah satu kejadian paling fatal terjadi di Jalan Bendungan Raya Nomor 1078 C. Endro menyebut ada satu pohon tumbang yang menimpa sepeda motor yang ditumpangi tiga orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban tiga orang, satu meninggal dunia ibu-ibu, satu tidak sadar, dan satu anak kecil mengalami luka-luka," jelasnya. Korban luka telah mendapatkan penanganan medis.
Sementara untuk kejadian tanah longsor, tercatat di antaranya terjadi di Jalan Sendang Nganten RT 02 RW VI Kelurahan Tinjomoyo, di talud Griya Rowosari Permai RW 03, serta talud Grand Permata Tembalang.
Selain itu, puluhan atap rumah roboh akibat terjangan angin kencang. Beberapa di antaranya terjadi di wilayah Pedurungan, Candisari, Ngaliyan, Tembalang, hingga Semarang Barat.
"53 pohon tumbang dilaporkan di berbagai titik, antara lain di Jalan Imam Bonjol, Jalan Pandanaran, Jalan Arteri Soekarno-Hatta, kawasan Jatingaleh, hingga wilayah Ngaliyan dan Semarang Barat," jelasnya.
Sebagian besar pohon tumbang pun telah ditangani BPBD Kota Semarang bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) serta instansi terkait.
"Satu papan reklame juga dilaporkan roboh di Jalan Empu Tantular, Semarang Utara," jelasnya.
Endro menyebut, rangkaian bencana hidrometeorologi ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Beberapa wilayah sempat mengalami genangan, tetapi sebagian sudah berangsur surut.
"Serangkaian kejadian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir, banjir, tanah longsor, dan angin kencang menjadi ancaman utama," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat Kota Semarang agar tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Februari 2026.
"Kami imbau masyarakat selalu waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang. Pastikan lingkungan sekitar aman, terutama pohon besar dan struktur bangunan yang rentan," tegasnya.
BPBD Kota Semarang saat ini masih melakukan asesmen serta pemasangan terpal di sejumlah titik terdampak.
(dil/apu)











































