Pohon Tumbang Timpa 3 Pemotor di Jalan Bendungan Semarang, 1 Orang Tewas

Pohon Tumbang Timpa 3 Pemotor di Jalan Bendungan Semarang, 1 Orang Tewas

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 18 Feb 2026 13:02 WIB
Lokasi tempat kejadian perkara pohon tumbang menimpa tiga pengendara motor di Jalan Bendungan, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (18/2/2026).
Lokasi tempat kejadian pohon tumbang menimpa tiga pengendara motor di Jalan Bendungan, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (18/2/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Semarang siang ini. Akibatnya, pohon di Jalan Bendungan Raya, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan tumbang dan menimpa tiga orang, satu di antaranya meninggal.

Pantauan detikJateng di Jalan Bendungan, sekitar pukul 12.00 WIB, tampak mobil ambulans dan mobil jenazah sudah berada di lokasi. Dua korban masih mendapat penanganan medis, sementara satu korban berinisial W (35), warga Gunungpati, dibawa ke RSUP Dr Kariadi.

Tampak ceceran darah membekas di jalan. Sementara potongan pohon yang tumbang juga masih tersisa di tepi jalan. Terdapat dua pohon tumbang di jalan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu saksi mata, Anto (45) mengaku hendak berangkat ke kantornya di daerah RSUP Dr Kariadi saat tiba-tiba melihat tiga orang perempuan tertimpa pohon, sekitar pukul 11.00 WIB.

"Saya posisi mau berangkat kerja, di perempatan itu anginnya sudah kencang. Pas saya lewat sudah ada korban tertimpa pohon, sudah tergeletak, saya nggak berani pegang," kata Anto kepada detikJateng, Rabu (18/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menyebut, ada tiga orang perempuan menaiki motor Nmax merah yang tertimpa pohon. Satu merupakan anak kecil, satu ibu anak kecil berinisial W, dan satu perempuan merupakan bude dari anak kecil tersebut.

"Posisinya korban meninggal tengkurap, yang anak kecil duduk nangis, yang budenya cedera tengkurap. Katanya yang meninggal yang di depan," ungkapnya.

Ia menyebut kondisi saat itu angin sangat kencang disertai hujan lebat, posisi lalu lintas pun lengang. Anto sendiri tak berani memegang korban, dan langsung meminta bantuan karyawan di kantor hukum depan TKP untuk memanggil ambulans.

"Saya nggak berani pegang, saya nyingkirin pohon dulu, saya bilang orang di depan untuk telepon ambulans. Setelah ada orang baru saya berani angkat pohon bareng-bareng. Pohonnya besar, posisi pohonnya lumayan tinggi kalau jatuh pasti sangat kencang," jelasnya.

Sementara karyawan yang berada di kantor hukum depan TKP, Mita (22) menyebut saat itu mendengar suara kencang saat hujan lebat disertai angin.

"Tadi kan aku kerja di dalam, aku denger suara kencang banget dari luar, saya kira angin, ternyata ada orang ketiban pohon. Soalnya emang kencang banget anginnya, sampai sengnya di kantor lepas," kata Mita.

"Saya keluar lihat ada bapak-bapak, terus diminta telepon ambulans itu sekitar jam 11.30 WIB. Satu anak kecil dan satu budenya udah di ambulans. Satu ibunya baru mau dibawa ke RS," lanjutnya.

Di lokasi, sudah ada petugas dari kepolisian, TNI, dan relawan yang membantu melakukan evakuasi.



(alg/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads