Pihak Event Organizer (EO) meminta maaf terkait polemik hadiah jalan sehat dalam rangka HUT RI di Banyumas. Saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan untuk melaporkan panitia yang diduga menggelapkan uang acara.
Direktur Boss Event Organizer, Najmudin Sena, mengakui ada kesalahan manajemen dalam kasus ini. Perkara ini disebut tak berkaitan dengan Pemkab Banyumas.
"Jadi itu tadi istilahnya difasilitasi untuk dipertemukan. Yang memang saya selama ini harus bertanggung jawab, karena yang punya bendera walaupun tidak tahu aliran dana, tapi itu kesalahan manajemen otomatis," kata Sena saat dihubungi wartawan, Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sena menegaskan saat ini seluruh kewajiban terhadap pemenang hadiah baik yang mendapatkan Brio atau umrah sudah diselesaikan.
"Alhamdulillah sesuai janji saya ke pemenang, insyaallah sebelum puasa kita selesaikan. Kebetulan lebih cepat. Saya ke Pak Sekda pun, Pemda tidak percaya begitu saja hanya menunjukkan rekening. Karena saya bertanggung jawab penuh, akhirnya saya ambil cash dan saya tunjukkan ke Pak Sekda bahwa saya siap," ujarnya.
Terkait adanya oknum panitia yang diduga membawa kabur uang acara juga akan diselesaikan. Menurutnya hal ini tak ada sangkut pautnya dengan Pemkab Banyumas karena penyelenggara hanya mendompleng nama tanpa menggunakan dana APBD.
"Apapun terkait dengan uang dibawa kabur atau apapun itu internal kami. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan Pemkab, karena Pemkab hanya memberi izin bahwa selaku EO kami diberi izin untuk ikut meramaikan 17 Agustus, istilahnya dompleng ke Pemda," jelasnya.
"Tidak ada anggaran dari Pemda. Itu murni ide dari kami," katanya.
Saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan untuk melaporkan oknum panitia tersebut. Pihaknya masih berkonsultasi dengan penasihat hukumnya untuk mengambil langkah hukum.
"Saya sedang konsultasi dengan lawyer saya dulu jadi keputusannya sedang kita bahas," tegasnya.
Sena menegaskan dirinya tak mengetahui aliran dana jalan sehat yang digelar Agustus 2025 lalu itu. Meski begitu, dirinya tetap bertanggung jawab karena acara menggunakan nama usahanya.
"Saya tidak tahu aliran dana sampai perjanjian dengan pihak mana pun, saya tidak ada konfirmasi dari pelaksana. Walaupun ujung-ujungnya tetap jatuhnya ke saya selaku Direktur Boss Event Organizer. Kami bertanggung jawab, itu saja intinya," tegasnya.
(afn/apl)
