Rentetan 'Prank' Jalan Sehat Berhadiah Mobil-Umrah di Banyumas

Round up

Rentetan 'Prank' Jalan Sehat Berhadiah Mobil-Umrah di Banyumas

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 13 Feb 2026 07:00 WIB
Jalan sehat HUT ke-80 RI di Purwokerto, Banyumas yang digelar Agustus 2025 jadi polemik karena banyak janji yang tidak ditepati panitia.
Fuad dan istrinya (tengah), pemenang hadiah utama mobil Brio dalam acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih HUT RI 2025 di Menara Teratai Purwokerto, Banyumas. Foto: Dok. Fuad warga Banyumas
Solo -

Acara jalan sehat HUT ke-80 RI di Purwokerto, Banyumas yang digelar Agustus 2025 menjadi polemik karena para pemenang hadiah utama tidak mendapatkan apa yang dijanjikan hingga saat ini. Bahkan agen biro perjalanan umrah pun ikut kena "prank".

Acara jalan sehat itu digelar pada 24 Agustus 2025 di Menara Teratai, Purwokerto. Ada hadiah utama mobil Honda Brio dan juga umrah.

Pemenang Mobil

Yulia Nurul menjadi pemenang mobil tersebut. Dia bahkan sudah berfoto di depan mobil berwarna putih berhias pita merah di lokasi acara. Namun ternyata hingga saat ini mobil yang dijanjikan tak kunjung terparkir di garasinya. Suami Yulia, Muskinul Fuad berinisiatif menanyakan langsung ke dealer yang bersangkutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu saya tanya ke pihak dealer, kenapa mobil belum bisa diambil. Jawabannya, dari pihak panitia belum melakukan pelunasan," ungkap Fuad saat dihubungi wartawan, Selasa (10/2/2026).

Lebih lanjut Fuad mengatakan, dari informasi yang ia terima, ternyata panitia baru membayarkan sebagian dari harga mobil tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kalau yang saya tahu, dari pihak panitia itu baru melunasi sekitar Rp 95 juta. Kekurangannya itu sekitar Rp 64 jutaan," ujar dia.

Upaya komunikasi dengan panitia terus dilakukan walau tidak membuahkan hasil. Fuad sempat diminta menyerahkan KTP oleh panitia untuk pendataan. Namun hingga kini penyerahan mobil tak kunjung terealisasi.

"Dari pihak EO menghubungi saya awal September. Katanya nanti hadiah diambil tanggal sekian. Tapi sampai waktunya tiba, kok belum bisa diambil," ujarnya.

"Upaya saya ya masih komunikasi. Harapan saya, ini bisa segera diselesaikan. Tapi kalau memang tidak ada penyelesaian, saya akan menempuh upaya hukum, saya akan gugat," tegasnya.

Pemenang Umrah

Noviyanti, pemenang hadiah umrah mengaku sudah berbulan-bulan tak kunjung menerima hadiahnya. Dia sudah berupaya menghubungi Skretaris Daerah Banyumas dan dijanjikan sedang diupayakan.

Ia menyebut sejak awal panitia menjanjikan hadiah umrah tersebut akan beres pada akhir November atau paling lambat akhir Januari. Namun, hingga pertengahan Februari, kepastian keberangkatan belum juga diterimanya.

"Dari awal janjinya katanya akhir November atau akhir Januari sudah beres. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan," ujarnya.

Kemudian pada Kamis (12/2) sore, Noviyanti mengabari wartawan kalau dia mendapatkan uang pengganti hadiah umrah senilai Rp 10 juta. Dia tidak mepermasalahkan dan justru bersyukur.

"Ini sudah dikasih hadiahnya. Diganti dengan uang Rp 10 juta," kata Noviyanti saat memberi kabar ke wartawan, Kamis (12/2/2026).

Menurut dia, uang tersebut ditransfer oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas. Dia menerima dan menganggap masalah beres.

"Pak Sekda Mas Agus Nur Hadi (yang memberi hadiah). Alhmdulilah yang penting sudah beres. Saya nunggu sampai 6 bulan, sudah plong," ungkap dia.

Noviyanti menambahkan uang tersebut rencananya akan digunakan sebagai modal usahanya.

"Insyaallah (uangnya) buat nambahin modal usaha," ujar dia.


Biro Perjalanan Umrah Juga Kena Prank

Big Travel Cabang Purwokerto seharusnya memberangkatkan Novianti yang memenangkan hadiah umrah namun dari panitia tidak ada pembayaran. Bahkan panitia utang Rp 92 juta untuk kegiatan jalan sehat itu dan belum dibayar.

Owner Big Travel Cabang Purwokerto, Lina Diah Novitasari mengatakan sejak awal pihak panitia mendatangi suaminya dan meminta bantuan dana untuk menyukseskan kegiatan jalan sehat tersebut. Dalam pertemuan awal itu, panitia juga menyampaikan bahwa hadiah umrah nantinya akan ditangani oleh Big Travel.

"Panitia awalnya datang ke sini, ketemu suami saya. Minta tolong pinjaman dana untuk acara jalan sehat. Katanya, nanti hadiah umrah diserahkan ke Big Travel," katanya saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (12/2/2026).

Permintaan itu sempat ditolak, namun karena acaranya besar dan ada logo Pemkab Banyumas, akhirnya diserahkan Rp 70 juta pada pinjaman pertama kepada panitia.

"Yang tanda tangan dari panitia itu atas nama Dimas dan Pak Sena. Mereka penanggung jawabnya. Rp 70 juta untuk cetak tiket pertama," jelasnya.

Tak hanya itu, pihak Big Travel juga kembali dimintai bantuan untuk pengadaan kaos kegiatan dan tas goodie bag yang digunakan untuk distribusi perlengkapan peserta.

"Kami juga bantu cetak kaos untuk panitia sampai Rp 20 juta, lalu diminta lagi tas goodie bag senilai Rp 2.080.000. Untuk tas, dananya keluar dari Big Travel. Katanya buat naruh kaos dan tiket-tiket per kecamatan," terangnya.

Bahkan, Lina mengaku pihaknya juga ikut membayar stand secara profesional ke pihak penyelenggara untuk membuka tenda di lokasi acara.

"Tenda kami juga bayar. Kalau tidak salah Rp 3,5 juta," katanya.

Lina mengaku telah berulang kali menghubungi panitia, termasuk Dimas dan Najmudin Sena, namun tidak mendapat respons.

"Saya WA Pak Sena tidak pernah dibalas. Jadi kami tidak bisa memberangkatkan karena memang tidak ada uang masuk dari panitia," ujarnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini Big Travel belum menerima dana apa pun dari panitia terkait hadiah umrah tersebut.

"Rp 1.000 pun belum ada yang masuk ke Big Travel untuk hadiah umrah itu," tegasnya.

Sejauh ini menurut dia, belum ada kepastian kapan pihak panitia akan mengembalikan dana yang sudah dipinjam untuk keperluan teknis acara jalan sehat. Padahal dalam perjanjian hitam di atas putih, pengembalian dana maksimal tujuh hari setelah acara pelaksanaan.

"Terakhir komunikasi itu 30 Oktober, Dimas balas WA saya cuma emotikon nangis. Setelah itu saya WA lagi Desember untuk menanyakan uang yang dipinjam tidak dibalas. Padahal perjanjiannya H+7 acara sudah dikembalikan," pungkasnya.

EO Sebut Berusaha Tanggung Jawab

Pihak event organizer (EO) penyelenggara jalan sehat tersebut sempat buka suara sejak heboh mobil Brio yang tak kunjung diterima pemenang. Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, mengaku berada dalam posisi serba sulit lantaran tidak menerima keuntungan apa pun, namun harus menanggung beban ratusan juta rupiah demi menyelamatkan nama perusahaannya.

Dia mengaku masalah bermula ketika dirinya menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan kegiatan jalan sehat tersebut kepada pihak lain yang meminjam nama perusahaannya. Ia mengakui keputusan itu menjadi kesalahan besar.

"Bodohnya saya terlalu percaya. Awalnya sebetulnya saya tidak minat membuat acara tersebut karena lagi konsentrasi usaha lain," kata Najmudin saat dihubungi wartawan, Rabu (11/2/2026).

Najmudin juga menyebut, dirinya tidak memperoleh keuntungan sepeser pun dari penyelenggaraan acara jalan sehat tersebut. Justru sebaliknya, ia kini harus menanggung beban kerugian dalam jumlah besar.

"Kenapa kalau dapat untung dibagi-bagi, kalau rugi cuma saya yang nanggung. Sudah tidak dapat fee, harus nanggung beban ratusan juta di saat tidak berdaya," pungkasnya.

Najmudin memastikan tetap berupaya agar pemenang undian mobil Honda Brio tetap menerima haknya.

"Terlepas itu semua, sampai detik ini pun saya tetap berusaha untuk menyelesaikan (bertanggung jawab)," ujarnya.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads