Penyelenggara acara jalan sehat HUT ke-80 RI di Banyumas yang berhadiah utama mobil Honda Brio mengaku telah melunasi mobil tersebut. Meski demikian, serah terima kunci belum dilakukan karena masih menunggu terbitnya faktur kendaraan.
"Jadi pelunasannya total Rp 65 juta. Yang sudah masuk sebelumnya Rp 95 juta untuk pembelian mobil Honda Brio itu. Serah terima kunci memang belum, karena faktur kendaraan sekitar dua minggu. Tapi secara administrasi sudah beres," kata Direktur Boss Event Organizer, Najmudin Sena saat dihubungi wartawan, Jumat (13/2/2026).
Najmudin mengatakan, penyelesaian administrasi itu disaksikan berbagai pihak, termasuk kuasa hukum dari pihak pemenang dan pihak dealer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan disaksikan kuasa hukum pemenang, karena pemenangnya pakai kuasa hukum. Terus juga disaksikan langsung manajernya Honda. Jadi sudah disaksikan berbagai pihak. Kita sudah menyelesaikan dan saling memaafkan secara kekeluargaan," ujar dia.
Najmudin menegaskan, seluruh tanggung jawab event organizer (EO) kepada para pemenang acara jalan sehat itu telah dituntaskan.
"Sudah selesai, alhamdulillah. Tanggung jawab EO sudah diselesaikan semua kepada para pemenang. Masalah internal EO, tapi sudah selesai. Yang jelas sudah selesai antara EO dengan pemenang-pemenang itu," ucap dia.
Penjelasan Sekda Banyumas
Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie, membenarkan bahwa persoalan hadiah mobil tersebut telah diselesaikan oleh pihak penyelenggara acara.
"Ya betul itu, semalam sudah ketemu dengan Pak Sena. Intinya uangnya sudah ada. Dan itu bukan dari pribadi, tapi dari EO," kata Agus.
Agus menjelaskan, sejak awal pembelian mobil untuk hadiah utama, panitia sudah membayarkan uang Rp 95 juta. Adapun kekurangannya sebesar Rp 65 juta baru diselesaikan belakangan oleh pihak EO.
"Yang mobil itu, penyelesaiannya, Pak Sena membayar kekurangannya. Jadi dulu mobil sudah dibayar Rp 95 juta, kurang Rp 65 juta. Itu memang rencananya dilunasi setelah acara jalan sehat," ujarnya.
Agus juga membenarkan soal sempat adanya persoalan internal di tubuh panitia penyelenggara, namun hal tersebut tidak lagi berkaitan dengan hak pemenang.
"Masalah internalnya EO, tapi sekarang sudah selesai. Antara EO dengan para pemenang sudah klir," kata Agus.
Dia menambahkan, penyerahan hadiah mobil ke pemenangnya tinggal menunggu proses administrasi dari pihak dealer.
"Secara administrasi sudah beres, tinggal menunggu faktur dan serah terima kunci saja," pungkas Agus.
Duduk Perkara 'Prank' Hadiah Brio
Seperti diketahui, hadiah utama berupa satu unit mobil Honda Brio dalam acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia Tahun 2025 di Menara Teratai, Purwokerto, hingga kini belum diterima pemenangnya.
Acara jalan sehat itu digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025, oleh Panitia HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Banyumas yang bekerja sama dengan BOSS Event Organizer (EO). Hadiah utama itu dimenangkan peserta atas nama Yulia Nurul.
Suami pemenang hadiah utama, Muskinul Fuad, mengaku baru mengetahui hadiah mobilnya belum bisa diambil setelah menghubungi pihak dealer.
"Waktu itu saya tanya ke pihak dealer, kenapa mobil belum bisa diambil. Jawabannya, dari pihak panitia belum melakukan pelunasan," kata Fuad saat dihubungi wartawan, Selasa (10/2) lalu.
Sebelumnya, Direktur Boss Event Organizer, Najmudin Sena, menyebut sejak awal pelaksanaan kegiatan, dirinya tidak terlibat langsung dalam teknis penyelenggaraan jalan sehat yang digelar pada 24 Agustus 2025 itu.
Saat dihubungi wartawan pada Rabu (11/2) lalu, dia menyebut perusahaannya hanya digunakan oleh seseorang yang mengaku memiliki investor untuk membiayai kegiatan tersebut.
"Awal dikenalkan kawan, orang itu bilang pinjam bendera. Katanya nanti ada investor Rp 150 juta. Tapi selama perjalanan tidak ada apa-apa (investor yang dijanjikan), saya juga bingung," kata Najmudin, Rabu (11/2).
Najmudin saat itu menegaskan, sebagai pemilik perusahaan, dirinya hanya menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Sementara seluruh teknis pelaksanaan acara, termasuk perekrutan kru, dilakukan oleh pihak lain.
"Sebagai pemilik perusahaan otomatis saya yang melakukan MoU. Rekrutmen juga dari sana semua. Saya cuma datang pas hari H," ujarnya.
Ia juga mengakui, sejak awal sudah menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk laporan keuangan kegiatan yang dinilai tidak transparan.
