Kata EO Jalan Sehat Banyumas Usai Warga Ungkap 'Prank' Hadiah Brio

Kata EO Jalan Sehat Banyumas Usai Warga Ungkap 'Prank' Hadiah Brio

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 11 Feb 2026 15:03 WIB
Seorang warga mengungkap prank hadiah Brio saat ikut undian jalan sehat memeringati HUT ke-80 RI di Banyumas tahun lalu. Begini kata EO.
Ilustrasi jalan sehat. Foto: iStock
Banyumas -

Pihak event organizer (EO) kegiatan jalan sehat HUT ke-80 RI di Menara Teratai, Purwokerto, Banyumas, buka suara setelah ada warga yang mengungkap soal 'prank' hadiah utama mobil Honda Brio di acara tersebut. Begini kata mereka.

Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, mengatakan sejak awal dirinya tidak terlibat langsung dalam teknis penyelenggaraan jalan sehat yang digelar pada 24 Agustus 2025 itu. Ia mengungkapkan, nama perusahaannya hanya dipinjam oleh seseorang yang mengaku memiliki investor untuk membiayai kegiatan tersebut.

"Awal dikenalkan kawan, orang itu bilang pinjam bendera. Katanya nanti ada investor Rp 150 juta. Tapi selama perjalanan tidak ada apa-apa (soal investor yang dijanjikan). Saya juga bingung," kata Najmudin saat dihubungi wartawan, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Najmudin mengatakan, sebagai pemilik perusahaan, dirinya hanya menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Sedangkan seluruh teknis pelaksanaan acara, termasuk perekrutan kru, dilakukan oleh pihak lain.

"Sebagai pemilik perusahaan otomatis saya yang melakukan MoU. Rekrutmen juga dari sana semua. Saya cuma datang pas hari H," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Najmudin juga mengakui sejak awal sudah menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk soal laporan keuangan kegiatan yang dinilai tidak transparan.

"Laporan keuangannya tidak jelas," ucap dia.

Ketika mulai mencium adanya persoalan, Najmudin mengaku sempat meminta agar dibuatkan surat pernyataan yang menegaskan bahwa penanggung jawab acara berada di tangan pelaksana di lapangan.

"Waktu perjalanan sudah mulai meragukan, saya minta dibuatkan surat pernyataan bahwa penanggung jawab acara adalah pelaksana. Tapi dia tidak mau menandatangani," kata dia.

Najmudin juga membantah adanya aliran dana dari kegiatan jalan sehat tersebut ke rekening perusahaan maupun rekening pribadinya.

"Semua transaksi tidak ada yang masuk ke rekening perusahaan dan rekening pribadi saya," ujarnya.

Mengenai hadiah utama berupa mobil Honda Brio, Najmudin mengaku tidak tahu soal teknis kerja sama dengan pihak dealer.

"Lobi dengan dealer Honda juga saya tidak dilibatkan," pungkasnya.

Pemenang Hadiah Ancam Gugat

Diberitakan sebelumnya, hadiah utama acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia Tahun 2025 di Menara Teratai, Purwokerto, yang berupa satu unit mobil Honda Brio hingga kini belum diserahkan. Pemenang hadiah itu mengancam akan mengajukan gugatan.

Acara jalan sehat itu digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025, oleh Panitia HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan sebuah perusahaan event organizer (EO). Pemenang hadiah utama berupa satu unit mobil Honda Brio itu ialah peserta atas nama Yulia Nurul.

Suami si pemenang hadiah utama, Muskinul Fuad, mengaku baru mengetahui hadiah mobilnya belum bisa diambil setelah menghubungi pihak dealer.

"Waktu itu saya tanya ke pihak dealer, kenapa mobil belum bisa diambil. Jawabannya, dari pihak panitia belum melakukan pelunasan," kata Fuad saat dihubungi wartawan, Selasa (10/2).

Fuad menjelaskan, dari informasi yang ia terima, panitia baru membayarkan sebagian dari harga mobil tersebut.

"Kalau yang saya tahu, dari pihak panitia itu baru melunasi sekitar Rp 95 juta. Kekurangannya itu sekitar Rp 64 jutaan," ujar dia.

Ia juga mengaku tidak mengeluarkan biaya apa pun untuk pengambilan mobil tersebut, selain membeli kupon jalan sehat.

"Saya beli tiketnya 100 lembar, satu bendel. Harganya Rp 2.000 per lembar," jelas Fuad.

Setelah dinyatakan sebagai pemenang, Fuad sempat diminta menyerahkan KTP oleh panitia untuk pendataan. Namun hingga kini penyerahan mobil tak kunjung terealisasi.

"Dari pihak EO menghubungi saya awal September. Katanya nanti hadiah diambil tanggal sekian. Tapi sampai waktunya tiba, kok belum bisa diambil," ujarnya.

Fuad yang merupakan warga Kabupaten Cilacap dan kini berdomisili di Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, itu menyebut upaya yang ia lakukan sejauh ini baru sebatas berkomunikasi dengan panitia.

"Upaya saya ya masih komunikasi. Harapan saya, ini bisa segera diselesaikan. Tapi kalau memang tidak ada penyelesaian, saya akan menempuh upaya hukum, saya akan gugat," tegasnya.

Penjelasan Pemkab Banyumas

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, membenarkan bahwa kegiatan HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Banyumas diisi berbagai lomba, termasuk jalan sehat, yang masing-masing dikelola oleh penanggung jawab dan event organizer berbeda.

"Ada lomba macam-macam, ada bulutangkis, catur, paduan suara, nyanyi, termasuk jalan sehat. Masing-masing ada penanggung jawab dan EO-nya masing-masing," kata Agus.

Menurut Agus, meskipun secara perjanjian kerja sama dilakukan antara panitia dengan EO, secara teknis pelaksanaan berada di masing-masing seksi kegiatan.

"Walaupun perjanjian EO-nya dengan kami, tapi teknisnya ada seksinya sendiri. Saya malah tidak tahu kalau hadiah mobil itu belum diserahkan. Soal itu sudah kami serahkan ke EO," ujarnya.

Agus juga menyebutkan bahwa komunikasi antara pemenang dan pihak EO telah dilakukan. Ia bahkan menyebut adanya persoalan internal di pihak EO.

"Informasinya, EO-nya dilomboni pegawainya, digondol sama pegawainya. Tapi EO-nya menyatakan tetap bertanggung jawab, cuma memang butuh waktu," jelasnya.

Ia menambahkan, hadiah lain dalam rangkaian kegiatan tersebut telah diserahkan kepada para pemenang.

"Yang lain seperti motor sudah diterima, umrah juga sudah. Tinggal yang mobil ini," kata Agus.

Menurutnya, saat hendak membelikan mobil, pihak EO mengalami kendala karena orang yang memegang dana tidak diketahui keberadaannya.

"Yang pegang uangnya dicari tidak tahu minggat ke mana," ungkapnya.

Agus menegaskan, pemerintah daerah hanya berperan sebagai panitia peringatan HUT RI sekaligus pihak yang memfasilitasi kerja sama dengan EO.

"Pemda itu mendorong, membantu, dan mencarikan EO. Perjanjian hitam di atas putih itu antara panitia, dalam hal ini seksi jalan sehat, dengan EO," terangnya.

Ia juga menyebut, pemerintah daerah telah mempertemukan pemenang dengan EO untuk mencari solusi.

"Panitia 17-an, seksi jalan sehat sudah mempertemukan antara Pak Fuad dengan EO. Kalau nanti tidak selesai, ya laporkan ke polisi EO-nya," pungkas Agus.

Halaman 2 dari 2
(dil/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads