Pemenang hadiah undian mobil Brio atas nama Yulia Nurul saat acara jalan sehat dalam rangka HUT ke-80 RI di kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada tahun lalu masih menunggu kepastian. Pasalnya hingga kini hadiah tersebut belum juga diserahkan oleh penyelenggara.
Suami pemenang hadiah utama, Muskinul Fuad, mengatakan usai polemik tersebut mencuat ke publik dirinya dihubungi oleh pihak panitia untuk bertemu.
"Kemarin panitia sudah menghubungi saya untuk bertemu tapi belum jadi," kata Fuad saat dihubungi wartawan, Kamis (12/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fuad melanjutkan, alasan EO membatalkan karena akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Sekda dan juga panitia yang lain.
"Katanya mau berkoordinasi sama sekda dan panitia yang lain," ucap Fuad.
Menurut dia, sebelum permasalahan ini menjadi perhatian publik, dirinya sudah pernah bertemu dua kali. Namun hadiah tersebut juga masih belum diberikan.
"Sudah pernah diajak ketemu, seingat saya sih 2 kali. Tapi ya begitu bilangnya masih tetap berusaha mencari untuk menutup kekurangan tersebut," terangnya.
Terkait dengan gugatan yang akan dilayangkan ke panitia, Fuad masih berkonsultasi dengan penasihat hukum yang sudah ditunjuk.
"Semua sudah saya kuasakan ke pengacara saya," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, hadiah utama berupa satu unit mobil Honda Brio dalam acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia Tahun 2025 di Menara Teratai, Purwokerto, hingga kini belum diterima pemenangnya.
Acara jalan sehat itu digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025, oleh Panitia HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan BOSS Event Organizer (EO). Hadiah utama yang dijanjikan kepada peserta atas nama Yulia Nurul adalah satu unit mobil Honda Brio.
Suami pemenang hadiah utama, Muskinul Fuad, mengaku baru mengetahui hadiah mobilnya belum bisa diambil setelah menghubungi pihak dealer.
"Waktu itu saya tanya ke pihak dealer, kenapa mobil belum bisa diambil. Jawabannya, dari pihak panitia belum melakukan pelunasan," kata Fuad saat dihubungi wartawan, Selasa (10/2).
Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, menyebut sejak awal pelaksanaan kegiatan, dirinya tidak terlibat langsung dalam teknis penyelenggaraan jalan sehat yang digelar pada 24 Agustus 2025 lalu itu.
Ia mengungkapkan, nama perusahaannya hanya digunakan oleh seseorang yang mengaku memiliki investor untuk membiayai kegiatan.
"Awal dikenalkan kawan, orang itu bilang pinjam bendera. Katanya nanti ada investor Rp 150 juta. Tapi selama perjalanan tidak ada apa-apa (investor yang dijanjikan), saya juga bingung," kata Najmudin saat dihubungi wartawan, Rabu (11/2).
Najmudin menegaskan, sebagai pemilik perusahaan, dirinya hanya menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Sementara seluruh teknis pelaksanaan acara, termasuk perekrutan kru, dilakukan oleh pihak lain.
"Sebagai pemilik perusahaan otomatis saya yang melakukan MoU. Rekrutmen juga dari sana semua. Saya cuma datang pas hari H," ujarnya.
Ia juga mengakui, sejak awal sudah menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk laporan keuangan kegiatan yang dinilai tidak transparan.
"Laporan keuangannya tidak jelas," kata Najmudin.
(apl/apu)











































