Hitung-hitungan Penjualan Tiket Jalan Sehat 'Prank' Hadiah Brio di Banyumas

Hitung-hitungan Penjualan Tiket Jalan Sehat 'Prank' Hadiah Brio di Banyumas

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 12 Feb 2026 09:07 WIB
Fuad dan istrinya (tengah), pemenang hadiah utama mobil Brio dalam acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih HUT RI 2025 di Menara Teratai Purwokerto, Banyumas.
Fuad dan istrinya (tengah), pemenang hadiah utama mobil Brio dalam acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih HUT RI 2025 di Menara Teratai Purwokerto, Banyumas. Foto: Dok. Fuad warga Banyumas
Solo -

Menurut Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, penjualan tiket acara jalan sehat HUT ke-80 RI di Purwokerto, Banyumas, pada tahun lalu mencapai ratusan juta rupiah. Di sisi lain, hadiah utama mobil Honda Brio di acara tersebut hingga kini belum diserahkan ke pemenangnya.

Najmudin mengatakan, penjualan tiket menjadi sumber pemasukan terbesar dalam kegiatan yang digelar di kawasan Menara Teratai Purwokerto pada Minggu, 24 Agustus 2025. Ia menyebut tiket yang terjual mencapai 180 ribu lembar, dengan harga Rp 2.500 per lembar.

"180.000 tiket dikalikan Rp 2.000 saja, yang Rp 500 kita katakan untuk fee penjualan, totalnya sudah Rp 380 juta," kata Najmudin saat dihubungi wartawan, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain dari tiket, panitia juga memperoleh pemasukan dari penyewaan tenda bagi pedagang UMKM yang berjualan di area acara.

"Sewa tenda UMKM Rp 1 juta. Waktu itu mungkin ada sekitar 50 tenda. Rp 40 juta ya dapat," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, kata Najmudin, pihak pelaksana lapangan yang meminjam bendera perusahaannya tidak dapat mempertanggungjawabkan laporan keuangan secara jelas.

"Laporan keuangannya tidak jelas," ucap Najmudin.

Ia menjelaskan, salah satu pos anggaran yang dinilai janggal yakni biaya pencetakan tiket yang dilaporkan mencapai puluhan juta rupiah.

"Cetak tiket dilaporkan sampai Rp 70 juta. Saya rasa tidak sampai segitu," ungkap dia.

Najmudin juga memastikan bahwa penyelenggaraan kegiatan jalan sehat tersebut tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Anggaran murni dari EO, tidak ada anggaran serupiah pun dari APBD," tegasnya.

Hadiah Brio 'Ngendon'

Diketahui, hadiah utama berupa satu unit mobil Honda Brio dalam acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia Tahun 2025 di Menara Teratai, Purwokerto, hingga kini belum diterima pemenangnya.

Acara jalan sehat tingkat Kabupaten Banyumas itu bekerja sama dengan BOSS Event Organizer (EO). Hadiah utama yang dijanjikan kepada peserta atas nama Yulia Nurul adalah satu unit mobil Honda Brio.

Suami pemenang hadiah utama, Muskinul Fuad, mengaku baru mengetahui hadiah mobilnya belum bisa diambil setelah menghubungi pihak dealer.

"Waktu itu saya tanya ke pihak dealer, kenapa mobil belum bisa diambil. Jawabannya, dari pihak panitia belum melakukan pelunasan," kata Fuad saat dihubungi wartawan, Senin (10/2).

Fuad mengatakan, dari informasi yang ia terima, panitia baru membayarkan sebagian dari harga mobil tersebut.

"Kalau yang saya tahu, dari pihak panitia itu baru melunasi sekitar Rp 95 juta. Kekurangannya itu sekitar Rp 64 jutaan," ujar dia.

Penjelasan Sekda Banyumas

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, membenarkan bahwa kegiatan HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Banyumas diisi berbagai lomba, termasuk jalan sehat, yang masing-masing dikelola oleh penanggung jawab dan event organizer berbeda.

"Ada lomba macam-macam, ada bulutangkis, catur, paduan suara, nyanyi, termasuk jalan sehat. Masing-masing ada penanggung jawab dan EO-nya masing-masing," kata Agus.

Meskipun secara perjanjian kerja sama dilakukan antara panitia dengan EO, Agus menjelaskan, secara teknis pelaksanaan berada di masing-masing seksi kegiatan.

"Walaupun perjanjian EO-nya dengan kami, tapi teknisnya ada seksinya sendiri. Saya malah tidak tahu kalau hadiah mobil itu belum diserahkan. Soal itu sudah kami serahkan ke EO," ujarnya.

Agus menambahkan, komunikasi antara pemenang dan pihak EO telah dilakukan. Ia juga menyebut adanya persoalan internal di pihak EO.

"Informasinya, EO-nya dilomboni pegawainya, digondol sama pegawainya. Tapi EO-nya menyatakan tetap bertanggung jawab, cuma memang butuh waktu," pungkasnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads