EO Sebut Jalan Sehat 'Prank' Hadiah Brio di Banyumas Raup Ratusan Juta

EO Sebut Jalan Sehat 'Prank' Hadiah Brio di Banyumas Raup Ratusan Juta

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 11 Feb 2026 16:21 WIB
ilustrasi jalan kaki
Ilustrasi jalan sehat. Foto: thinkstock
Banyumas -

Seorang warga mengungkap 'prank' hadiah utama mobil Honda Brio saat acara jalan sehat HUT ke-80 RI di Purwokerto, Banyumas. Sementara itu, pemasukan panitia jalan sehat itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, mengatakan penjualan tiket menjadi sumber pemasukan terbesar dalam kegiatan yang digelar di kawasan Menara Teratai Purwokerto tersebut.

Ia menyebut, jumlah tiket yang terjual mencapai 180 ribu lembar, dengan harga jual Rp 2.500 per lembar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"180.000 tiket dikalikan Rp 2.000 saja, yang Rp 500 kita katakan untuk fee penjualan, totalnya sudah Rp 380 juta," kata Najmudin saat dihubungi wartawan, Rabu (11/2/2026).

ADVERTISEMENT

Selain dari tiket, panitia juga memperoleh pemasukan dari penyewaan tenda bagi pedagang UMKM yang berjualan di area acara.

"Sewa tenda UMKM Rp 1 juta. Waktu itu mungkin ada sekitar 50 tenda. Rp 40 juta ya dapat," ujarnya.

Berdasarkan penghitungan detikJateng dari data yang dipaparkan Najmudin, panitia bisa meraup pendapatan mencapai Rp 420 juta dari dua pos pemasukan tersebut.

Namun, ia mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, pihak pelaksana lapangan yang meminjam bendera perusahaannya justru tidak dapat mempertanggungjawabkan laporan keuangan secara jelas.

"Laporan keuangannya tidak jelas," ucap Najmudin.

Ia mencontohkan salah satu pos anggaran yang dinilai janggal yakni biaya pencetakan tiket yang dilaporkan mencapai puluhan juta rupiah.

"Cetak tiket dilaporkan sampai Rp 70 juta. Saya rasa tidak sampai segitu," katanya.

Najmudin juga menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan jalan sehat tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Anggaran murni dari EO, tidak ada anggaran serupiah pun dari APBD," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, hadiah utama berupa satu unit mobil Honda Brio dalam acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia Tahun 2025 di Menara Teratai, Purwokerto, hingga kini belum diterima pemenangnya.

Acara jalan sehat itu digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025, oleh Panitia HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan BOSS Event Organizer (EO). Hadiah utama yang dijanjikan kepada peserta atas nama Yulia Nurul adalah satu unit mobil Honda Brio.

Suami pemenang hadiah utama, Muskinul Fuad, mengaku baru mengetahui hadiah mobilnya belum bisa diambil setelah menghubungi pihak dealer.

"Waktu itu saya tanya ke pihak dealer, kenapa mobil belum bisa diambil. Jawabannya, dari pihak panitia belum melakukan pelunasan," kata Fuad saat dihubungi wartawan, Senin (10/2).

Fuad menjelaskan, dari informasi yang ia terima, panitia baru membayarkan sebagian dari harga mobil tersebut.

"Kalau yang saya tahu, dari pihak panitia itu baru melunasi sekitar Rp 95 juta. Kekurangannya itu sekitar Rp 64 jutaan," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, membenarkan bahwa kegiatan HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Banyumas diisi berbagai lomba, termasuk jalan sehat, yang masing-masing dikelola oleh penanggung jawab dan event organizer berbeda.

"Ada lomba macam-macam, ada bulutangkis, catur, paduan suara, nyanyi, termasuk jalan sehat. Masing-masing ada penanggung jawab dan EO-nya masing-masing," kata Agus.

Menurut Agus, meskipun secara perjanjian kerja sama dilakukan antara panitia dengan EO, secara teknis pelaksanaan berada di masing-masing seksi kegiatan.

"Walaupun perjanjian EO-nya dengan kami, tapi teknisnya ada seksinya sendiri. Saya malah tidak tahu kalau hadiah mobil itu belum diserahkan. Soal itu sudah kami serahkan ke EO," ujarnya.

Agus juga menyebutkan bahwa komunikasi antara pemenang dan pihak EO telah dilakukan. Ia bahkan menyebut adanya persoalan internal di pihak EO.

"Informasinya, EO-nya dilomboni pegawainya, digondol sama pegawainya. Tapi EO-nya menyatakan tetap bertanggung jawab, cuma memang butuh waktu," jelasnya.

Halaman 2 dari 2
(apu/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads