Warga Banyumas Resah Brio Hadiah Jalan Sehat Tak Kunjung Datang, Ternyata...

Warga Banyumas Resah Brio Hadiah Jalan Sehat Tak Kunjung Datang, Ternyata...

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 11 Feb 2026 12:32 WIB
Warga Banyumas Resah Brio Hadiah Jalan Sehat Tak Kunjung Datang, Ternyata...
Ilustrasi. Foto: iStock
Banyumas -

Yulia Nurul, warga Banyumas berhasil mendapatkan hadiah utama Jalan Sehat Semangat Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 RI berupa Honda Brio. Akan tetapi, sampai saat ini hadiah tersebut belum diterima oleh Yulia.

Usut punya usut, hadiah mobil berkelir putih itu masih ngendon di dealer. Hal ini karena pihak event organizer (EO) ternyata belum melunasi pembelian mobil tersebut. Fakta ini terungkap saat suami Yulia, Muskinul Fuad berinisiatif menanyakan langsung ke dealer yang bersangkutan.

"Waktu itu saya tanya ke pihak dealer, kenapa mobil belum bisa diambil. Jawabannya, dari pihak panitia belum melakukan pelunasan," ungkap Fuad saat dihubungi wartawan, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Fuad mengatakan, dari informasi yang ia terima, ternyata panitia baru membayarkan sebagian dari harga mobil tersebut.

"Kalau yang saya tahu, dari pihak panitia itu baru melunasi sekitar Rp 95 juta. Kekurangannya itu sekitar Rp 64 jutaan," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Fuad yang merupakan warga Kabupaten Cilacap dan kini berdomisili di Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, itu menyebut upaya yang ia lakukan sejauh ini baru sebatas berkomunikasi dengan panitia.

"Upaya saya ya masih komunikasi. Harapan saya, ini bisa segera diselesaikan. Tapi kalau memang tidak ada penyelesaian, saya akan menempuh upaya hukum, saya akan gugat," tegasnya.

Fuad menceritakan awal mula istrinya dapat hadiah utama tersebut. Dalam acara jalan sehat yang digelar Minggu (24/8/2025) dirinya membeli tiket sebanyak 100 lembar dengan harga Rp 2.000 per lembarnya. Dan untuk pemenang tidak mengeluarkan biaya apa pun untuk pengambilan mobil tersebut, selain membeli kupon jalan sehat.

"Saya beli tiketnya 100 lembar, satu bendel. Harganya Rp 2.000 per lembar," jelas Fuad saat dihubungi wartawan, Selasa (10/2/2026).

Setelah dinyatakan sebagai pemenang, Fuad sempat diminta menyerahkan KTP oleh panitia untuk pendataan. Namun hingga kini penyerahan mobil tak kunjung terealisasi.

"Dari pihak EO menghubungi saya awal September. Katanya nanti hadiah diambil tanggal sekian. Tapi sampai waktunya tiba, kok belum bisa diambil," ujarnya.

Pemkab Buka Suara

Pemkab Banyumas pun memberikan penjelasan terkait permasalahan ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, membenarkan bahwa kegiatan HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Banyumas diisi berbagai lomba, termasuk jalan sehat, yang masing-masing dikelola oleh penanggung jawab dan event organizer berbeda.

"Ada lomba macam-macam, ada bulutangkis, catur, paduan suara, nyanyi, termasuk jalan sehat. Masing-masing ada penanggung jawab dan EO-nya masing-masing," ucap Agus.

Menurutnya, meskipun secara perjanjian kerja sama dilakukan antara panitia dengan EO, secara teknis pelaksanaan berada di masing-masing seksi kegiatan.

"Walaupun perjanjian EO-nya dengan kami, tapi teknisnya ada seksinya sendiri. Saya malah tidak tahu kalau hadiah mobil itu belum diserahkan. Soal itu sudah kami serahkan ke EO," ujarnya.

Agus mengungkapkan, komunikasi antara pemenang dan pihak EO telah dilakukan. Ia bahkan menyebut adanya persoalan internal di pihak EO.

"Informasinya, EO-nya dilomboni pegawainya, digondol sama pegawainya. Tapi EO-nya menyatakan tetap bertanggung jawab, cuma memang butuh waktu," jelasnya.

Ia menambahkan, hadiah lain dalam rangkaian kegiatan tersebut telah diserahkan kepada para pemenang.

"Yang lain seperti motor sudah diterima, umrah juga sudah. Tinggal yang mobil ini," kata Agus.

Menurutnya, saat hendak membelikan mobil, pihak EO mengalami kendala karena orang yang memegang dana tidak diketahui keberadaannya.

"Yang pegang uangnya dicari tidak tahu minggat ke mana," ungkapnya.

Agus menegaskan, pemerintah daerah hanya berperan sebagai panitia peringatan HUT RI sekaligus pihak yang memfasilitasi kerja sama dengan EO.

"Pemda itu mendorong, membantu, dan mencarikan EO. Perjanjian hitam di atas putih itu antara panitia, dalam hal ini seksi jalan sehat, dengan EO," terangnya.

Ia juga menyebut, pemerintah daerah telah mempertemukan pemenang dengan EO untuk mencari solusi.

"Panitia 17-an, seksi jalan sehat sudah mempertemukan antara Pak Fuad dengan EO. Kalau nanti tidak selesai, ya laporkan ke polisi EO-nya," pungkas Agus.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads