Mendikdasmen Usul Siswa Korban Tanah Gerak Tegal Digabung ke Sekolah Lain

Mendikdasmen Usul Siswa Korban Tanah Gerak Tegal Digabung ke Sekolah Lain

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 11 Feb 2026 15:27 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti mengusulkan siswa di lokasi tanah gerak digabung ke sekolah lain yang lebih aman.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyerahkan hasil revitalisasi satuan pendidikan di Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Bencana tanah gerak terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal menyebabkan 464 hunian rusak dan ribuan warga mengungsi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI mengusulkan agar siswa yang sekolahnya di lokasi tanah gerak digabung ke sekolah lain.

"Sekarang sedang ada yang melakukan mitigasi dulu ke sana, dan tentu saja kami koordinasi dengan BNPB dan pihak-pihak terkait," ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti kepada wartawan usai penyerahan hasil revitalisasi satuan pendidikan di Klaten, Rabu (11/2/2026) siang.

Dijelaskan Abdul Mu'ti, jika hasil mitigasi ada sekolah yang terdampak tentu akan diprioritaskan. Perbaikan akan dilakukan dengan dana program revitalisasi satuan pendidikan tαΊ‘hun 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga akan prioritaskan untuk dapat dibangun dengan dana revitalisasi tahun 2026. (Untuk sekolah darurat) Nanti kami lihat karena kan masih dalam proses pendataan," terang Abdul Mu'ti.

ADVERTISEMENT

Saat ini, sambung Abdul Mu'ti, tahapannya masih dalam masa tanggap darurat. Kementerian masih akan menunggu pendataan perlu atau tidaknya sekolah darurat. Selain itu, menurutnya siswa yang sekolahnya di lokasi tanah gerak juga bisa diatur agar mengikuti pelajaran di sekolah lain.

"Nanti kita lihat kebutuhannya dan kalau memang diperlukan sekolah darurat atau mungkin tenda-tenda belajar atau mungkin belum diperlukan itu tapi bisa diatur dengan sekolah lain misalnya dengan sistem shift yang sebagian masuk pagi dan siang," papar Abdul Mu'ti.

" Seperti yang sekarang ada di Aceh, Sumbar dan Sumut ada sekolah yang memang harus masuk siang karena sif dengan sekolah yang terdampak. Nanti kita lihat hasil pemetaan yang dilakukan tim di Tegal," pungkas Abdul Mu'ti.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 464 rumah kini dilaporkan rusak akibat tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ribuan warga mengungsi.

Kepala Desa Padasari, Mashuri, menyebutkan pergerakan tanah masih dirasakan di lokasi sejak Senin (2/2) lalu. Suara retakan bangunan menjadi penanda adanya tanah gerak.

"Dengan intensitas hujan dan kondisi labil, pemantauan lapangan serta evakuasi warga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi kejadian susulan," kata Mashuri saat dihubungi, Senin (9/2).

Berdasarkan data dari posko bencana, total ada 464 unit rumah yang rusak akibat tanah gerak di Padasari. Kemudian, 2.460 warga mengungsi.

"Dari 464 rumah warga itu 205 rusak berat, 174 rusak sedang dan 85 rusak ringan," jelas Mashuri.

Bencana ini juga merusak fasilitas umum dan infrastruktur. Data dari pihak desa mencatat kerusakan fasilitas sosial 21 unit, peribadatan 7 unit, pendidikan 7 unit, dan pemerintahan 1 unit.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads