Teror tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal masih berlanjut. Hingga hari ini ratusan unit rumah warga rusak, dan ribuan warga mengungsi.
Kepala Desa Padasari, Mashuri, menyebutkan pergerakan tanah masih dirasakan di lokasi sejak Senin (2/2/2026) lalu. Saat ini, suara retakan bangunan menjadi penanda adanya tanah gerak.
"Dengan intensitas hujan dan kondisi labil, pemantauan lapangan serta evakuasi warga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi kejadian susulan," kata Mashuri saat dihubungi via telepon, Senin (9/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data dari posko bencana, total ada ratusan unit rumah yang rusak akibat tanah gerak di Padasari. Kemudian ada warga yang mengungsi.
"Dari 464 rumah warga itu 205 rusak berat, 174 rusak sedang dan 85 rusak ringan," jelas Mashuri.
Hunian warga terdampak tersebar di beberapa RW. Misal di RW 01 masing-masing RT 01,02 dan 03, lalu di RW 02 meliputi RT 06, 07, 08 dan 09 serta RW 03 ada di RT 12, 13, 14 dan 15. Kemudian RW 04 ada di RT 10, 11, 16, 17 dan 18.
Kondisi jalan dan rumah rusak akibat tanah gerak di Padasari, Tegal, Senin (9/2/2026). Foto: Imam Suripto/detikJateng |
Bencana ini juga merusak fasilitas umum dan infrastruktur. Data dari pihak desa mencatat kerusakan fasilitas sosial 21 unit, Peribadatan 7 unit, pendidikan 7 unit dan pemerintahan 1 unit.
Untuk kerusakan infrastruktur ada di jalan desa dan kabupaten sebanyak 3 titik serta jembatan desa 1 unit.
"Data terakhir kemarin 464 rumah rusak, fasillitas ibadah, pendidikan dan jalan juga rusak. Jumlah ini dimungkinkan bertambah karena pergerakan tanah masih berlangsung sampai hari ini," bebernya.
Warga yang rumahnya terdampak diungsikan ke lokasi aman. Jumlahnya mencapai 2.460 jiwa dari 596 KK.
"Dari total pengungsi 2.460 jiwa, (terdiri dari) laki- laki 939 perempuan 1.032. Lansia 216, ibu hamil 3, ibu menyusui 4, anak 195, balita 38, batita 67, remaja 1.034 dan dewasa 894," rinci kades.
Kades mengimbau warga segera mengosongkan rumah dan memindahkan barang-barang rumah tangga yang masih bisa dipakai. Mengingat hujan masih terus mengguyur kawasan tersebut.
Adapun ribuan pengungsi itu ditempatkan pada delapan titik pengungsian. Yaitu:
1 Gedung Majelis Az Zikir wa Rotibain sebanyak 50 KK atau 176 jiwa.
2 Dukuh Pengasinan sebanyak 337 KK atau 985 jiwa.
3 SD Negeri 2 Padasari sebanyak 34 KK atau 92 jiwa.
4 Dukuh Lebak RW 05 sebanyak 130 KK atau 506 jiwa.
5 Gedung Serbaguna Desa Penujah sebanyak 39 KK atau 147 jiwa.
6 Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara 4 KK atau 20 jiwa.
7 Dukuh Tengah, Desa Tamansari 2 KK atau 8 jiwa.
8 Ponpes Al Adalah 2 Dawuhan Padasari sebanyak 526 jiwa (santri).

