Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, akhirnya menyala lagi. Dengan demikian, pengelola objek wisata tersebut kini kembali menarik tiket masuk bagi pengunjung.
Diketahui, Api Abadi Mrapen padam sejak Kamis (1/1) lalu. Selama api abadi tersebut padam, pengelola menggratiskan tiket masuk. Kini api abadi kembali menyala setelah dilakukan pembersihan pada saluran sumur gasnya.
"Per hari Senin (9/2/2026) kemarin, kita kembali menarik tiket masuk," kata Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, saat ditemui detikJateng di lokasi, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski apinya sudah nyala di Sabtu (7/2) malam, masih dilanjutkan perbaikan tungku api pada hari Minggu (8/2). Sehingga baru kemarin (Senin) kita tarik retribusi pengunjung, setelah semuanya kita pastikan klir," sambungnya.
Annas menjelaskan, tarif tiket masuk ke lokasi Api Abadi Mrapen masih sama seperti sebelumnya, yaitu Rp 2.500 per orang. Pengunjung juga bakal dipandu oleh pengelola untuk berkeliling di kawasan wisata tersebut.
"Retribusi per orang Rp 2.500, sudah termasuk parkir kendaraan. Jadi kita tidak menarik biaya untuk lain-lain lagi," ujar Annas.
"Termasuk misalnya ada rombongan anak sekolah, mahasiswa, atau wisatawan yang ingin dipandu mengenal sejarah Api Abadi Mrapen, tidak ada biaya tambahan. Bisa langsung ke pusat informasi dan menyampaikan ke kami, pasti akan kami layani," sambungnya.
Selain Api Abadi Mrapen, ada daya tarik wisata lain yang bisa dikunjungi wisatawan di kawasan ini.
"Di sini juga ada Batu Bobot dan Sendang Dudo yang legendanya itu merupakan peninggalan Sunan Kalijaga ketika perjalanan dari Kerajaan Majapahit ke Kerajaan Demak sekitar abad ke-15," tutur Annas.
Annas mengatakan, Api Abadi Mrapen kembali menyala sejak Sabtu (7/2) setelah dilakukan pembersihan lumpur yang menyumbat sumur gas. Cara yang dilakukan yaitu menyedot lumpur dan air yang menutupi saluran tersebut.
"Kita mulai dari sekitar jam 09.00 WIB sampai 20.00 WIB. Ada satu orang tukang dan dibantu dari pihak kita, jadi sekitar tiga orang untuk membersihkan dua sumur gas," jelas Annas.
"Kendalanya ya selama proses penyedotan memerlukan waktu yang cukup lama. Jadi kemarin kita sedot lumpur dan air di sumur pakai pompa sibel," sambungnya.
Annas menyampaikan, saat ini tekanan gas yang keluar dari kedua sumur tersebut sudah kuat. Ia juga menyebut bakal ada penanganan lanjutan agar sumber api tersebut tidak kembali tersumbat lumpur.
"Sekarang tekanan gasnya sudah kuat dan stabil. Meski demikian, nanti akan ada penanganan lanjutan supaya api tersebut terus menyala," pungkasnya
(dil/ahr)











































