Keributan terjadi di jalan Jogja-Solo, sekitar Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten malam ini. Konvoi yang diduga suporter sepak bola terlibat kegaduhan di jalan raya dan viral.
"Anak saya kena kembang api dan tendangan saat bentrok suporter di perempatan Prambanan.Padahal pulang kerja," ungkap seorang warga, Andri kepada detikJateng, Jumat (6/2/2026) malam.
Diceritakan, anaknya pulang kerja arah Klaten sendiri. Saat keributan menjadi korban tapi tidak terluka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kena kembang api dan ditendang sampai jatuh. Diperiksakan ke RS tapi kondisi baik, hanya syok dan pusing serta boleh pulang," jelasnya.
Kejadian tersebut banyak terekam kamera ponsel warga. Kejadian pertama di konvoi dari arah Jogja ke Solo ribut di jalan.
Salah satunya di akun Instagram @ kelilingprambanan yang direpost ke akun lain. Terlihat massa mengeroyok pemotor dan aksi tersebut bubar setelah polisi berseragam Polantas datang mengamankan motor.
Terlihat juga beberapa orang berlarian di jalan raya meski ada truk. Mereka tidak jelas meneriakkan apa.
Di akun Instagram @info_seputar_klaten sebuah video suasana mencekam saat konvoi motor menyalakan flare di jalan raya. Seorang ibu tampak mendekap anaknya bersembunyi di sebuah bangunan.
Setelah kejadian konvoi melanjutkan perjalanan ke arah Solo dengan pengawalan polisi. Sekitar pukul 22.10 WIB melintas di Jalan Jogja-Solo, Kecamatan Delanggu arah perbatasan Sukoharjo.
Kasi Humas Polres Klaten, AKP Suwoto, saat dihubungi detikJateng belum bisa memberikan penjelasan karena petugas masih di lapangan. Apakah suporter sepak bola atau bukan belum diketahui.
"Apa mungkin suporter kita belum tahu. Nanti perkembangan kita sampaikan," jelasnya singkat.
(apl/apl)











































