Mayat bocah lelaki ditemukan tersangkut batang pohon di aliran Sungai Comal, wilayah Blok Simbang, Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, pagi tadi.
Korban diketahui bernama Akmal Ramadhani (10), warga Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Pemalang. Korban sebelumnya dikabarkan hanyut di Sungai Glagah, Mendelem, Belik.
Unit Siaga SAR (USS) Pemalang Basarnas Semarang, Handika mengatakan mayat yang ditemukan di sungai wilayah Bantarbolang itu merupakan bocah yang sebelumnya hilang terseret arus di Sungai Glagah, Mendelem, Kecamatan Belik, pada Kamis (5/2) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jarak tempuh dari titik TKP adalah 16 kilometer. Jasad korban telah dibawa ke Puskesmas, lalu dibawa ke rumah duka," kata Handika saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (6/2/2026).
Kapolsek Bantarbolang, Iptu Eko Purwanto, mengatakan mayat korban ditemukan warga sekitar pukul 07.56 WIB. Mayat itu tersangkut di antara dahan pohon dan bebatuan sungai.
"Ayah korban memastikan bahwa jasad tersebut adalah Akmal yang sebelumnya dilaporkan hilang," ungkapnya.
Eko menambahkan, hasil pemeriksaan medis yang dipimpin Kepala Puskesmas Bantarbolang dr H Mustofa menyebut, korban mengalami luka akibat benturan keras selama terbawa arus.
"Luka yang dialami korban akibat benturan saat terbawa arus," kata Eko.
"Pihak keluarga telah menerima ini sebagai musibah," imbuhnya.
Hanyut Saat Menyeberang
Perlu diketahui, sehari sebelumnya, pada Kamis (5/2), Akmal bersama ibunya yakni Santi, usai dari sawah, dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Mendelem. Perjalanan pulang tersebut menyeberang Sungai Gelagah, Desa Mendelem, Belik.
"Berdasarkan keterangan saksi, saat itu survivor menyeberangi Sungai Glagah bersama ibunya, dalam perjalanan pulang dari sawah menuju rumah mereka di Planjan RT 03/RW 12, Desa Mendelem," ungkap Handika, USS Pemalang Basarnas Semarang.
Namun, nahas, saat keduanya menyeberang sungai, kondisi arus sungai deras. Arus sungai yang deras membuat keduanya kesulitan menyeberang. Sang ibu berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai, namun Akmal tidak mampu menahan derasnya arus dan terseret aliran air.
"Ibu korban kemudian langsung meminta pertolongan warga. Warga langsung ke lokasi kejadian dan ada yang meneruskan laporan ke desa, diteruskan ke jajaran kepolisian dan kami," kata Handika.
Upaya pencarian pada Kamis (05/02), telah dilakukan bersama tim gabungan, potensi relawan, polisi, TNI, BPBD, PMI, dibantu Arga setempat. Namun, belum juga membuahkan hasil. Korban baru ditemukan warga pada Jumat pagi (6/2).
"Korban terseret sekitar 16 kilometer dari titik awal hanyut hingga akhirnya ditemukan di Sungai Comal wilayah Bantarbolang dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya.
(dil/apu)











































