Jenazah Muhammad Ashim Alfa Bariri (25), mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, dimakamkan di kampung halamannya, Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Ratusan pelayat turut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Jenazah tiba di rumah duka pukul 07.30 WIB. Jenazah sempat disemayamkan sekitar satu jam di rumah duka, dan disalatkan di masjid setempat.
"Tadi jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 07.30 WIB. Kemudian disemayamkan di rumah duka sebelum diberangkatkan ke masjid dan dimakamkan di tempat pemakaman Pekiringanalit," kata Riyanto (45) warga setempat saat ditemui di lokasi, Jumat (6/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Riyanto, almarhum merupakan pribadi yang baik dan mudah bergaul di lingkungan masyarakat.
"Orangnya baik, supel mudah bergaul dan taat beribadah. Saya sendiri kaget saat mendengar musibah itu," ungkapnya.
Para pelayat berdatangan ke rumah duka Muhammad Ashim Alfa Bariri (25), mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo di Pekalongan, Jumat (6/2/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng |
Ratusan pelayat mengantarkan Ashim dari rumah duka ke masjid dan ke tempat pemakaman.
"Alhamdulillah, berjalan lancar, kita hanya bisa mendoakan untuk almarhum, kami bersaksi juga bahwa almarhum memang orang baik," jelasnya.
Ashim merupakan salah satu dari dua mahasiswa Indonesia yang dilaporkan terseret arus di wilayah Laut Tengah, tepatnya di Pantai Dimyath (Damietta), Mesir, pada Sabtu (31/1) waktu setempat. Ashim ditemukan meninggal pada hari yang sama.
Korban tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ushuluddin jurusan Filsafat Universitas Al-Azhar dan tengah menempuh semester akhir. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara, putra pasangan H Abdul Basit dan Hj Khuzaemah.
Ayah korban, H Abdul Basit, mengungkapkan kabar duka tersebut pertama kali diterima keluarga pada Minggu (1/2) dini hari melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo.
"Awalnya ada pesan masuk dari anak tetangga yang sama-sama di sana. Lalu ada telepon lagi dari teman yang bekerja di KBRI. Dari situlah kami mendapat kabar duka itu," ujar Abdul saat ditemui di rumah duka.
Peristiwa nahas itu terjadi saat Ashim dan rekan-rekannya tengah melakukan survei lokasi rihlah (perjalanan pondok) setelah berziarah ke sejumlah tempat. Dari lima orang rombongan, tiga di antaranya main ke laut.
"Satu orang di pinggir laut, dua orang mandi agak ke tengah. Nah, yang dua di tengah itu tersapu ombak. Anak saya satu, bersama mahasiswa asal Bengkulu," jelas Abdul Basit.
Keluarga menyampaikan apresiasi kepada KBRI Kairo yang telah membantu proses administrasi hingga pemulangan jenazah ke Indonesia. Dari bandara, penjemputan jenazah juga dibantu oleh NU Care.
(ams/dil)

